Data Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Belum Sinkron, Basarnas Tunggu Rilis Resmi

Senin 03-08-2026,19:46 WIB
Reporter : Oskar Rio
Editor : Endradi

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Basarnas masih melakukan pencocokan data manifes penumpang dengan laporan dari berbagai instansi terkait dalam penanganan kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Masalembu, Senin 3 Agustus 2026.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru dapat memastikan sebanyak 233 korban telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, validasi jumlah penumpang dan korban masih terus dilakukan sebelum diumumkan secara resmi.

"Hari ini terkonfirmasi 233 korban sudah terevakuasi. Namun data manifes masih kami cocokkan dengan laporan dari posko pengaduan dan instansi terkait," ujarnya.

BACA JUGA:Serah Terima Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Polda Jatim: Seluruh Korban Tidak Menderita Luka Bakar

Menurut Syafii, sebagian korban masih berada di Pulau Masalembu dan dijadwalkan diberangkatkan ke Surabaya pada Selasa pagi. Sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Kalianget.


Mini kidi--

Ia menegaskan Basarnas tidak akan terburu-buru menetapkan jumlah pasti penumpang sebelum seluruh data dinyatakan valid. Proses validasi dilakukan dengan mencocokkan laporan keluarga melalui posko pengaduan, data otoritas pelabuhan, serta manifes dari pemilik kapal.

"Kita tidak bisa mendasarkan pada informasi yang belum resmi. Semua harus melalui cross check agar data yang disampaikan bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Terkait adanya selisih data antara manifes awal dan jumlah korban yang telah ditemukan, Syafii meminta seluruh pihak menunggu rilis resmi yang akan disampaikan setelah proses konsolidasi antarlembaga selesai.

Di sisi lain, operasi pencarian masih terus berlangsung. Basarnas memastikan pencarian akan dilaksanakan selama masih terdapat kemungkinan korban belum ditemukan dan efektivitas operasi masih memungkinkan.

"Kalau masih ada korban yang dinyatakan belum ditemukan, operasi SAR akan dilaksanakan hingga tujuh hari dan kemudian dievaluasi untuk kemungkinan perpanjangan," jelasnya.


Gempur Rokok Illegal--

Saat ini, KN SAR Permadi masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah angin, arus laut, serta tinggi gelombang.

Basarnas berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan teridentifikasi sehingga proses pencarian dapat segera dituntaskan. (rio)

Kategori :