Industrialisasi Gresik Kian Pesat, Pesantren Dinilai Jadi Benteng Moral Kota Santri

Rabu 29-07-2026,20:42 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Endradi

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik memunculkan diskusi mengenai pergeseran wajah kota santri, yang dibahas dalam forum bertajuk "Red Zone Gresik: Industrialisasi Menggeser Kota Santri", Selasa 28 Juli 2026.

Forum yang digelar Local Media Network (LMN) di D'jiwana Caffe, Kecamatan Dukun, itu menghadirkan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat untuk membahas dampak sosial dari perkembangan kawasan industri di Gresik.

BACA JUGA:Petrokimia Gresik Salurkan Rp 723,5 Juta untuk 146 Masjid dan Pesantren Awal Ramadan 1447 H

Ketua Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Gresik Nur Faqih mengatakan Gresik memiliki fondasi keagamaan yang kuat dengan ratusan pondok pesantren serta tradisi religi yang telah mengakar di masyarakat.

Menurutnya, perkembangan kawasan industri membawa konsekuensi sosial yang harus diantisipasi sejak dini karena akan diikuti meningkatnya jumlah pendatang dari berbagai daerah.

"Ketika mulai dipadati pendatang, maka akan muncul budaya-budaya baru yang sebelumnya tidak pernah kita temui. Ini sesuatu yang tidak bisa dihindari dan harus dipersiapkan sejak sekarang," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Agus Ahmad Musfis Salam atau Gus Salam menilai pesantren harus mampu beradaptasi dan menyiapkan para santri agar dapat mengambil peran dalam pertumbuhan industri di Gresik.

Ia menjelaskan, sejumlah pesantren mulai membuka sekolah vokasi dan pendidikan keterampilan sebagai bentuk respons terhadap perubahan zaman sehingga para santri memiliki kompetensi untuk memasuki dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

"Pesantren sudah banyak yang membuka sekolah vokasi dan pendidikan keterampilan agar para santri memiliki bekal yang cukup ketika memasuki dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan," tuturnya.

Menurutnya, industrialisasi juga berpotensi memunculkan persoalan baru, mulai dari berkurangnya pengawasan orang tua akibat jam kerja yang panjang hingga tantangan moral di masyarakat.

"Karena itu, pesantren tidak cukup hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan pusat pembinaan karakter generasi muda," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Gresik AH Sinaga mengatakan pihaknya akan mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berpotensi muncul akibat industrialisasi, terutama mencegah praktik prostitusi berkedok warung kopi di sekitar kawasan industri.


Gempur Rokok Illegal--

"Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Gresik. Satpol PP tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, pemerintah desa, hingga tokoh agama, diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.

Kategori :