FK UB Terjunkan Ratusan Mahasiswa, Jalankan Program Pencegahan Stunting di Desa Permanu dan Karangpandan

Sabtu 25-07-2026,12:59 WIB
Reporter : Edy Riawan
Editor : Muhammad Ridho

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ratusan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FUKB), menjalani program Pengabdian Masyarakat (Penmas) di Desa Karangpandan dan Desa Permanu Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu - Senin 25-27 Juli 2026 mendatang.

Prosesi pembukaan, dilaksanakan di lapangan desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Turut dihadiri sejumlah pejabat Forkopimcam Kapolsek Pakisaji, Camat Pakissaji, Pemerintah Desa Permanu, Pemerintah Desa Karangpandan setra sejumlah undangan lainya.

BACA JUGA:Universitas Brawijaya Tegaskan UB Forest untuk Pendidikan dan Konservasi


Gempur Rokok Illegal--

Depan Fakultas Kedokteran UB, Prof Dr dr Wisnu Barlianto, M.Si, Med Sp.A(K) menjelaskan, peserta Penmas adalah mahasiswa angkatan 2025. Bagian akhir, dari rangkaian Program Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2Maba).

"Mahasiswa yang mengikuti Penmas, dari Program Studi Kedokteran, Farmasi, dan Kebidanan. Dengan kolaborasi ini, kegiatan yang dilakukan akan lebih lengkap dan komprehensif," terang Prof. Wisnu ditemui saat pembukaan di lapangan Desa Permanu, Sabtu 25 Juli 2026.

Penmas di Desa Permanu dan Karangpandan, kata dia, bukanlah kegiatan insidental. Namun, kelanjutan dari praktik kerja nyata mahasiswa yang telah dilaksanakan FK UB di tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Universitas Brawijaya Naik 64 Peringkat Dalam QS World University Rankings 2027

FK UB berkomitmen membangun program pengabdian masyarakat secara berkesinambungan. Dengan menyesuaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi setiap desa. 

Diawali dengan pengumpulan data dan identifikasi permasalahan di lapangan. Hasil pemetaan, menjadi dasar penyusunan program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

"Kami ingin kegiatan ini terus berlanjut sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Desa Permanu dan Desa Karangpandan," lanjutnya.

BACA JUGA:Enam Dosen FTAB Universitas Brawijaya Jadi Tim Ekspedisi Patriot 2026 Kementerian Transmigrasi

Prof. Wisnu menilai, perguruan tinggi harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Disingung program yang dilaksanakan di Penmas, ia menyebut, pencegahan stunting menjadi prioritas. Dan hal itu, akan dimulai sejak masa ini hamil.

"Mahasiswa harus belajar memahami realitas sosial, berkomunikasi, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu yang akan dilaksanakan, pencegahan stunting sejak dini. Diawali sejak masa ibu hamil dan sejumlah kegiatan peningkatan kesehatan lainya," pungkasnya.

Tags :
Kategori :

Terkait