"Tidak semua masuk layanan homecare. Kami tetap membuat prioritas bagi yang paling membutuhkan," ungkapnya.
Hingga saat ini, Puskesmas Pakusari telah melayani sekitar 25 pasien melalui program homecare. Sementara target yang di tetapkan pemerintah daerah mencapai 50 pelayanan setiap bulan di masing-masing puskesmas.
"Yang sudah berjalan sekitar 25 orang, sedangkan targetnya 50 pelayanan setiap bulan," bebernya.
BACA JUGA:Pemkab Jember Serahkan 48 Armada Operasional KDKMP untuk Perkuat Penyerapan Gabah Petani
Dokter yang juga bekerja di Puskesmas sumbersari tersebut mengakui tantangan terbesar adalah membagi tenaga kesehatan yang juga harus melayani pasien di puskesmas dan kegiatan posyandu. Selain itu, masyarakat juga perlu di berikan pemahaman bahwa layanan homecare hanya di peruntukkan bagi sasaran yang memenuhi kriteria.
"Tantangannya adalah tenaga kesehatan dan edukasi kepada masyarakat bahwa tidak semua orang bisa meminta layanan homecare," tandasnya.
Sementara itu sebelumnya Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program homecare akan resmi di luncurkan pada 24 Juli di Kecamatan Sumberbaru. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang cukup jauh dari rumah sakit milik pemerintah daerah.
BACA JUGA:Kawal Gizi, Pemkab Jember Sisir 209 Dapur Pelayanan secara Door to Door
"Homecare adalah salah satu program prioritas kita selain pengobatan gratis. Masyarakat yang tidak mampu dan kesulitan ke Puskesmas maupun rumah sakit akan kita layani di rumah," tanggapanya.
Di menambahkan, pemerintah akan menyerahkan sekitar 50 armada homecare kepada puskesmas di seluruh Kabupaten Jember. Dirinya juga mengajak masyarakat aktif melaporkan warga yang membutuhkan agar layanan tersebut benar-benar tepat sasaran.
"Akan ada sekitar 50 armada yang kami serahkan kepada Puskesmas. Kami juga mohon partisipasi masyarakat memberikan informasi warga yang membutuhkan pelayanan homecare," pungkasnya.(Fbr)