Sidoarjo, Memorandum.co.id - Pemkab Sidoarjo hanya menyisakan anggaran sebesar Rp 30 Miliar untuk rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Krian. Padahal sebelumnya anggaran proyek itu dialokasikan sebesar Rp 120 Miliar. Di masa pandemi covid-19, sebagian besar dana RSUD Barat itu kembali dikepras hingga menjadi Rp 70 miliar yang rencananya akan dipakai untuk membangun ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) lebih dulu. Sedangkan fasilitas lainnya bakal digarap tahun depan. “Kondisinya memang tidak memungkinkan karena ada pandemi covid-19 ini. Tapi saya pastikan pembangunannya akan dimulai tahun ini,” jelas Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, Jumat (14/8/2020). Soal besaran dananya, Cak Nur mengakui ada sebagian anggaran RSUD Krian yang kembali dialihkan untuk penanganan Covid-19 melalui pos Biaya Tidak Terduga (BTT). “Memang masih banyak yang tidak jadi terpakai. Mungkin bisa saja dikembalikan sebagian,” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskannya, sejak awal rencana pembangunan RSUD Krian ini menggunakan konsep multi years agar penggarapannya terpotong-potong. Karena itu pihaknya memilih menggunakan satu kontraktor yang akan menangani proses pembangunan tersebut mulai dari Menejenen Konstruksi (MK)-nya hingga penggarapan fisik bangunannya. Dengan begitu, pelaksanaannya akan tetap utuh meski dikerjakan secara bertahap. Sebagian akan direalisasi tahun ini. Sedangkan untuk biaya finishingnya akan dialokasikan di APBD 2021. ”Kita sudah pengalaman soal itu, beberapa proyek yang dipotong-potong itu tidak baik, apalagi untuk rumah sakit,” katanya. Selain itu, pola tersebut juga menyederhanan birokrasi karena tidak perlu setiap tahun membuka lelang untuk melanjutkan proyek yang sama. ”Lelang MK-nya menunggu kesepakatan antara pihak eksekutif dengan legislati,” imbuh Cak Nur, panggilan akrab Wakil Bupati Sidoarjo itu. Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo, Sulaksono yang dihubungi terpisah mengatakan, dengan bermodalkan Rp 30 Miliar, pihaknya hanya bisa merealisasi maksimal 10% saja dari rencana. ”Uang segitu hanya cukup untuk manajemen konstruksi (MK) dan proyek fisiknya. Perkiraan hanya sekitar 5 sampai 10 persen terbangun, sangat tipis,” ujarnya. Itu pun juga belum pasti bisa direalisasikan. Sebab, seluruh tahapan proyek ini baru bisa dimulai setelah adanya lelang MK maupun lelang pelaksananya selesai. Menurut Sulaksono, jika proses lelang itu bisa segera dilakukan hingga tuntas, maka pembangunan fasilitas kesehatan yang sangat ditunggu-tunggu warga Sidoarjo Barat tersebut bisa segera digarap.(lud/jok)
Anggaran Dikepras, Pembangunan RSUD Krian Tak Jelas
Jumat 14-08-2020,14:15 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 09-08-2026,10:24 WIB
Gelar Aksi Tolak LBGT di Jalanan Gubernur Suryo, Aliansi Umat Peduli Generasi Bawa Enam Tuntutan
Minggu 09-08-2026,08:12 WIB
FPU Desak Aparat Usut Laporan Hukum Calon Rektor UINSA
Minggu 09-08-2026,10:16 WIB
Padati Jalanan Gubernur Suryo, Ribuan Massa Serukan Penolakan LGBT
Minggu 09-08-2026,17:15 WIB
Pegawai Dishub dan Satpol PP Kota Surabaya Dipecat Usai Terlibat Jaringan Lowongan Kerja
Minggu 09-08-2026,14:44 WIB
KPRI Sejahtera Jombang Dibidik APH, DPRD Desak Audit Total dan Bongkar Seluruh Aset
Terkini
Minggu 09-08-2026,21:25 WIB
Jawa Barat Dominasi IMC 2026, Muaythai Indonesia Bangkit Menuju Level Internasional
Minggu 09-08-2026,21:22 WIB
Gubernur Khofifah Lantik Mohammad Ghofirin sebagai Ketua Baznas Jatim Periode 2026-2031
Minggu 09-08-2026,21:20 WIB
Dampingi Karoops Polda Jatim, Kapolres Lumajang Ikuti Kunjungan Menhut ke Bromo
Minggu 09-08-2026,20:21 WIB
Keluarga Widi Sempat Debat, Sepakat Cabut Laporan ke Polda Jatim
Minggu 09-08-2026,20:16 WIB