Bupati Situbondo Kumpulkan 240 Pengrajin Handicraft, Dorong UMKM Naik Kelas

Jumat 10-07-2026,11:26 WIB
Reporter : Fatur Bari
Editor : Muhammad Ridho

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Situbondo terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Paling baru, sebanyak 240 pengrajin handicraft dari 17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo dikumpulkan dalam acara Sarasehan bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Pendopo Kabupaten pada Kamis (9/7/2026).


Mini Kidi Wipes.--

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo ini dirancang sebagai wadah komunikasi langsung. Forum ini juga menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, pengrajin, dan sektor perbankan.

BACA JUGA:Serahkan SK Kepala Sekolah, Mas Rio Minta ASN Situbondo Jaga Integritas dan Profesionalisme


Gempur Rokok Illegal--

Dalam sarasehan tersebut, Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga membawa solusi konkret terkait modal usaha. Melalui sinergi Diskoperindag dan perbankan, pemerintah daerah resmi memfasilitasi program VORSA (Voucher Usaha). Program ini menawarkan akses pinjaman modal tanpa bunga dengan plafon maksimal Rp20 juta dan tenor angsuran hingga dua tahun.

"Kami ingin para pengrajin tidak lagi terkendala modal. Dengan dukungan perbankan melalui skema pinjaman tanpa bunga, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berani mengembangkan usahanya, meningkatkan daya saing produk, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru," ujar Mas Rio di hadapan ratusan peserta.

BACA JUGA:Mas Rio Percepat Perbaikan Dua Jembatan Terdampak Banjir Bandang di Situbondo

Mas Rio menegaskan bahwa sektor kerajinan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Namun, ia mengingatkan agar semangat berkembang ini diimbangi dengan tata kelola keuangan yang profesional dan disiplin.

"Penting menerapkan prinsip prudence atau kehati-hatian. Para pengusaha UMKM harus memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Hal ini penting untuk menghindari pola hidup konsumtif, agar bisnis dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan," pesannya.

BACA JUGA:Mas Rio Cium Tangan Guru SD saat Hardiknas di Situbondo, Momen Haru di Alun-alun

Sebagai langkah nyata jangka panjang, Pemkab Situbondo saat ini tengah gencar melakukan pendataan resmi bagi para pelaku usaha yang belum tercover, mulai dari pengrajin pandai besi, bambu, kayu, hingga kerang. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk memetakan kebutuhan riil di lapangan agar bantuan permodalan, pelatihan, administrasi legalitas, hingga akses pemasaran seperti pameran khusus handicraft bisa tepat sasaran.

Antusiasme tinggi terlihat selama sesi dialog. Ratusan pengrajin memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan aspirasi mulai dari kebutuhan inovasi desain, keterampilan baru, hingga digital marketing. Sebagai tindak lanjut nyata, seluruh peserta sepakat membentuk grup WhatsApp sebagai media komunikasi dan koordinasi program pemberdayaan ke depan.

BACA JUGA:Upacara Hardiknas di Situbondo Bernuansa Nusantara, Mas Rio Kenakan Busana Adat Jawa

Respons positif pun datang dari pelaku usaha. Samsul, salah seorang pengrajin mebel asal Kecamatan Kendit, mengaku bangga dan mengapresiasi ruang dialog yang dibuka oleh bupati.

Kategori :