Dosen Unugiri Dampingi Guru dan Siswa Manfaatkan Artificial Intelligence di Bojonegoro

Kamis 09-07-2026,16:11 WIB
Reporter : Sutopo
Editor : Udin

BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro melaksanakan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat untuk meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik dalam pemanfaatan Artificial Intelligence di MI Plus Al Fatimah Bojonegoro sejak Selasa 8 Juli 2026 hingga akhir Juli 2026.

Program tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 berdasarkan Kontrak Nomor 210/C3/DT.05.00/PM/2026, 056/LL7/DT.05.00/PM/2026, dan 031/SKt/PM/LPPM/071088/IV/2026.

Tim pengabdian dipimpin Ita Aristia Sa'ida bersama Olivia Dwi Cahyani, Nirma Ceisa Santi, Natjma Nur Aulia Maghfiroh, Moch. Rif'an Fatoni, dan Nanda Sahita.

Selama hampir satu bulan, tim melaksanakan sosialisasi, workshop, pelatihan, praktik penggunaan berbagai platform Artificial Intelligence, serta pendampingan implementasi bagi guru dan peserta didik untuk meningkatkan kompetensi digital di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai perkembangan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan yang dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik penggunaan berbagai platform Artificial Intelligence untuk mendukung proses belajar mengajar.

Guru memperoleh pendampingan memanfaatkan Artificial Intelligence untuk menyusun modul ajar, mengembangkan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), menyusun perangkat pembelajaran, membuat media presentasi interaktif, serta meningkatkan efisiensi administrasi pembelajaran.

BACA JUGA:Bupati Bojonegoro Lepas 21 Atlet Thunders Menuju Jatim Open Sepatu Roda 2026


Mini Kidi Wipes.--

Sementara itu, peserta didik dikenalkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai media belajar yang mendukung kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menyelesaikan masalah tanpa mengabaikan etika akademik.

Kegiatan menggunakan pendekatan workshop yang memadukan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan dengan melibatkan seluruh peserta menggunakan laptop masing-masing.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan guru aktif berdiskusi mengenai strategi integrasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran, sedangkan peserta didik antusias mengeksplorasi berbagai fitur Artificial Intelligence untuk mendukung proses belajar.

Ketua tim pengabdian Ita Aristia Sa'ida menjelaskan pemanfaatan Artificial Intelligence perlu diposisikan sebagai teknologi pendukung yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru.

"Artificial Intelligence hadir untuk membantu guru mengembangkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peran guru tetap menjadi faktor utama dalam membimbing, membangun karakter, serta memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab dalam proses belajar," ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kompetensi digital guru dan peserta didik sehingga mereka semakin siap memanfaatkan AI sebagai bagian dari inovasi pembelajaran. Harapannya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengesampingkan nilai-nilai etika dan tujuan utama pendidikan," tambahnya.

BACA JUGA:TPS 3R Desa Trucuk dan Komunitas Arisan Sampah Mapak Bojonegoro Studi Tiru ke TPST 3R Mulyoagung Malang


Gempur Rokok Illegal--

Perwakilan MI Plus Al Fatimah Bojonegoro mengapresiasi pendampingan yang diberikan tim pengabdian Unugiri karena memberikan wawasan baru bagi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan Artificial Intelligence untuk mendukung pembelajaran.

"Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini dan dapat langsung dipraktikkan. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga kompetensi guru dan peserta didik semakin berkembang seiring kemajuan teknologi," ungkap perwakilan mitra.

Program akan berlanjut hingga akhir Juli 2026 melalui pendampingan implementasi Artificial Intelligence di lingkungan sekolah sebagai bagian dari evaluasi agar penerapannya berlangsung berkelanjutan sesuai kebutuhan sekolah.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penguatan kapasitas guru dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi digital secara tepat guna.

Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unugiri, Yayasan Al Fatimah, MI Plus Al Fatimah Bojonegoro, seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan program. (top)

Tags :
Kategori :

Terkait