Lansia Candi Lontar Surabaya Diduga Korban Pembunuhan

Jumat 26-06-2026,09:09 WIB
Reporter : Wendy Setiawan
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Wasijati (69), perempuan asal Jalan Candi Lontar 3, Sambikerep diduga tewas dibunuh. Dia ditemukan tewas tak wajar di rumahnya, pada Selasa 23 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Khoirul Anam (45), Ketua RT 03 RW 07 Sambikerep mengatakan, saat dievakuasi petugas BPBD ditemukan sejumlah luka di tubuh korban. Di antaranya luka melingkar di pergelangan tangan dengan kondisi tanpa busana.

"Tangannya, lukanya melingkar keduanya, tertelungkup, tangan di dekat telinga. Kaki keduanya kayak menyilang," katanya, Kamis 25 Juni 2026.

BACA JUGA:Lansia Candi Lontar Surabaya Tewas Misterius, Kondisi Telanjang di Lorong


Mini Kidi Wipes.--

Sementara itu, berdasar informasi yang dia himpun dari kepolisian, di dekat jasad korban ditemukan lakban dengan bekas rambut menempel. Ada dugaan lakban itu digunakan untuk membekap mulut korban.

"Kalau versi polisi, ada lakban di situ, di sekitar tubuh. Ada rambut yang nempel di lakban. Kayak lakban bekas pakai, sudah sobek, itu nempel rambut. Diduga untuk membungkam biar gak teriak," lanjutnya.

Selain itu, ponsel dan dompet korban hilang. Namun di dalam rumah nampak tak ada yang berantakan sedikitpun. Semua terlihat wajar. Di sekitar jasad korban juga ditemukan semangkuk sisa lontong mie.

"Saya masuk awal gak ada barang jatuh, pecah, rusak, bergeser atau berserakan. Ada piring, masih ada kuahnya, habis makan lontong mie. Gak ada benda yang jatuh. Secara kasat mata, wajar semua," tambahnya.

BACA JUGA:Lansia Asal Jombang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kontrakan Putat Jaya Surabaya


Gempur Rokok Illegal--

Sebelum ditemukan tak bernyawa, Anam tak mengetahui apakah korban sebelumnya menerima tamu. Hal ini berpotensi menyulitkan polisi melakukan penyelidikan, sebab di sekitar rumah korban juga tidak ada CCTV.

"Di hari itu apakah ada orang, kita enggak tahu. Selama ini gak ada yang sering sering datang ke rumah. Tetangga lihat dia beli telur pada Selasa pagi, jam 8 atau 7. Masih ada cucunya. Ya saat momen orang-orang pergi ke pasar. Artinya sempat keluar," ungkapnya.

Menurut Anam, lansia yang masih aktif di kegiatan PKK ini tidak pernah punya masalah apapun dengan masyarakat. Sejauh ini, berdasar keterangan tetangga dekat rumah korban, mereka tidak pernah mendengar seisi rumah itu cekcok.

"Menurut saya di rumah gak ada pertengkaran atau apa. Tetangga juga ada masalah. Grapyak. Engga pernah punya masalah, tetangga RW lain juga bilang gitu, grapyak, sering jalan jalan. Tapi beliau sering di dalam. Kalau pagi sering keluar, biar kena matahari," lanjutnya.

Kategori :