“Bantuan ini kami antarkan langsung sebagai bentuk kehadiran pemerintah, agar Mbah Anwari dan keluarga merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” tutur Risky lembut.
Tak hanya logistik, pendampingan pascakejadian pun terus diupayakan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk melibatkan petugas PLN untuk memastikan keamanan jaringan listrik di sekitar lokasi agar warga lain merasa tenang.
BACA JUGA:Kebakaran Warung Mie Sakera Balung Jember, Elpiji Bocor Picu Kerugian Rp 50 Juta
Saat ini, kakek renta tersebut bersama anggota keluarganya harus mengungsi sementara di rumah anaknya. Langkah kaki mereka meninggalkan sisa arang yang kini masih dipasang garis polisi demi kepentingan penyelidikan.
Di akhir perbincangan, BPBD Jember dengan penuh rasa sayang mengingatkan seluruh warga untuk saling menjaga keselamatan lingkungan, salah satunya dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing demi menghindari korsleting.
“Kami sangat berharap, lewat kepedulian bersama dan saling mengingatkan, musibah memilukan seperti ini tidak perlu menimpa keluarga-keluarga lainnya di kemudian hari,” pungkas Risky hangat.(Fbr)