SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kulit pisang sering kali langsung dibuang setelah buahnya dikonsumsi. Meski kerap dianggap sebagai sampah, kulit pisang memiliki berbagai manfaat. Kulit pisang masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagai pupuk untuk mealakukan perawatan tanaman yang ada di rumah.
Kulit Pisang Masih Memiliki Kandungan yang Bermanfaat
Ada banyak orang yang hanya memakan buahnya saja dan menganggap kulit pisang sebagai limbah dapur yang harus dibuang. Padahal, kulit pisang mengandung sejumlah nuutrisi yang masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
BACA JUGA:Kebiasaan Minum Obat Pakai Pisang, Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasannya!
Mini Kidi Wipes.--
Dilansir dari Healthline, kulit pisang mengandung serat, antioksidan, serta berbagai nutrisi lain yang masih bisa dimanfaatkan. Oleh karena itu, kulit pisang tidak harus langsung dibuang setelah buahnya dikonsumsi.
Kulit pisang juga dapat digunakan sebagai bahan kompos untuk membantu menyuburkan tanaman. Kandungan kalium dan mineral lainnya yang ada di dalam kulit pisang membuatnya sering dimanfaatkan oleh pecinta tanaman sebagai pupuk alami.
BACA JUGA:Pisang Sebagai Pereda Nyeri Haid, Fakta atau Mitos? Ini Penjelasannya
Beberapa orang juga memanfaatkan kulit pisang dengan mencampurkannya ke dalam kompos rumah tangga, untuk membantu mengurangi limbah organik yang berakhir di tempat pembuangan sampah.
Bisa Dimanfaatkan untuk Tanaman hingga Kebutuhan Rumah Tangga
Salah satu pemanfaatan kulit pisang yang cukup sering dilakukan adalah sebagai pupuk organik. Kulit pisang dapat dipotong menjadi kecil-kecil lalu dicampurkan ke media tanam atau diolah menjadi kompos agar nutrisinya dapat diserap oleh tanaman.
BACA JUGA:Yuk Makan Pisang
Selain untuk tanaman, kulit pisang juga sering dimanfaatkan untuk membantu membersihkan permukaan daun tanaman hias agar terlihat lebih mengilap. Cara ini banyak digunakan sebagai alternatif perawatan sederhana di rumah.
Gempur Rokok Illegal--
Pemanfaatan kulit pisang juga menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi jumlah sampah organik di rumah tangga. Dengan mengolahnya kembali menjadi kompos atau bahan pendukung perawatan tanaman, limbah dapur dapat dimanfaatkan secara optimal.