“ Kadang harus disisipi dengan guyonan dan kelakar segar yang relevan dengan dunia anak, agar menimbulkan suasana lucu dan menggembirakan,” ungkap AKP Erwan. Upaya ini wajib diterapkan untuk menghilangkan image negatiftentang Polisi dihadapan anak-anak.
BACA JUGA:Satlantas Polres Ngawi Gelar Polsanak, Tanamkan Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini
Dengan demikian, sejak usia dini, anak-anak pada kisaran usia 4 s/d 6 tahun, sudah megadopsi pemahaman bahwa Polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarat, termasuk bagian dari APH, bukanlah sosok figur aparat yang temperamental , bengis dan menakutkan.
” Sebaliknya, sejak usia dini anak-anak kita, mulai sadar dan memahami bahwa Pak Polisi sebagai aparatur negara merupakan figur aparat yang humanis, sabar, santun dan sayang pada anak,” ujar Kapolsek.
Itu sebabnya, dealam aplikasi proses pebelajarannya, beberapa personel Polsek mengajak rombongan komunitas bocil siswa TK Mawar, secara bergilir megunungi setiap ruang kerja Polsek.
BACA JUGA:Satlantas Polres Ngawi Gelar Polsanak, Tanamkan Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini
Di sini, melalui bahasa seserhana spesifik unia anak, kadang disipi candaan, anggota Polsek menjelaskan tetang beban dan amanah tugas apa saja yang harus dikerjakan Pak Polisi. Pengenalan, ragam jenis rambu-rambu lalu-lintas, termasuk apa maksud, tujuan dan azas manfaatnya, juga disisipkan sebagai bagian dari materi edukasi.
Selama menekuni outing class di Mapolsek Tragah, komunitas bocil dari TK Mawar, tampak begita ceria dan penuh kegembiraan. Mereka kerap guyonan dengan Pak Polisi tanpa risih dan apa lagi takut.
“ Kesimpulannya, melalui program Polisi Sahabat Anak, ini Polri bertjuan untuk memperkenalkan apa peran, fungsi dan tugas yang diamanatkan kepada Polisi sebagai apartur negara sejak anak usia dini,” pungkas AKP Erwan Kurniawan. (ras).