SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat transformasi digital melalui pengembangan Surabaya Intelligent Transport System (SITS) dan integrasi layanan publik berbasis teknologi guna mewujudkan smart city yang humanis.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, transformasi digital menjadi respons atas perkembangan kebutuhan masyarakat perkotaan.
“Kalau dulu Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, hari ini Surabaya harus mampu menjadi smart city yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warganya,” ujarnya.
BACA JUGA:Pansus Banjir DPRD Surabaya Perkuat Normalisasi dan Peran Satgas Wilayah
Mini Kidi Wipes.--
Salah satu pilar utama transformasi digital tersebut yakni penerapan SITS yang memantau lalu lintas secara real time melalui lebih dari 1.000 titik CCTV.
Teknologi tersebut memungkinkan Pemkot Surabaya merespons kepadatan lalu lintas maupun insiden jalan raya secara cepat dan presisi.
Upaya tersebut juga mengantarkan Surabaya meraih National Governance Award 2026 kategori pelayanan publik terintegrasi.
“Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegas Eri.
Transformasi digital juga berdampak pada peningkatan penggunaan transportasi umum.
Data Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat jumlah penumpang transportasi umum meningkat dari 1,9 juta penumpang pada 2023 menjadi 3,5 juta penumpang pada 2024.
Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 7 juta penumpang pada 2025.
Hingga Maret 2026, jumlah pengguna transportasi umum mencapai 1,8 juta orang atau rata-rata 600 ribu penumpang per bulan.
Integrasi pembayaran non tunai dan aplikasi Gobis disebut menjadi salah satu faktor peningkatan kenyamanan pengguna Suroboyo Bus dan feeder Wira-Wiri.
Selain sektor transportasi, penataan kota juga dilakukan melalui revitalisasi kawasan Kota Lama dengan konsep heritage modern.
BACA JUGA:BPS Ungkap Angka Kelahiran di Jatim Turun di Bawah Ambang Ideal
Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Penataan tersebut disertai pemindahan kabel utilitas ke bawah tanah atau ducting agar kawasan lebih rapi dan aman bagi wisatawan.
Transformasi digital juga menyentuh tingkat lingkungan melalui program Satu ASN Satu RW dan aplikasi Sayang Warga.
Ketua RT 2 Perak Barat, Boni Wikantono mengatakan, sistem tersebut membantu mempercepat koordinasi dan memangkas birokrasi manual.
“Mulai dari kerja bakti hingga administrasi, semua bisa dipantau melalui aplikasi Sayang Warga. Koordinasi jauh lebih cepat dan transparan, terutama bagi warga yang punya kesibukan tinggi,” kata Boni.
Warga Surabaya lainnya, Ella mengaku merasakan dampak positif dari penataan kota dan transformasi layanan publik.
“Kota jadi lebih tertata dan pelayanan jauh lebih cepat. Pemkot sekarang bisa memantau kondisi kota secara langsung, jadi kalau ada masalah cepat ditangani,” pungkasnya. (alf)