“Oleh sebab itu, seluruh ASN harus adaptif, termasuk dalam pemanfaatan aplikasi pemerintahan digital seperti SRIKANDI, analisis data, hingga pemanfaatan AI secara positif dan produktif,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Balai Pelatihan SDM Kementerian Komdigi RI, Bagus Winarko menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program nasional Digital Talent Scholarship, salah satu prioritas pemerintah dalam mencetak talenta digital Indonesia.
Program itu dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, hingga pejabat pemerintahan.
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Beberapa tema strategis yang tersedia dalam program itu antara lain Artificial Intelligence, Cyber Security, Cloud Computing, dan Data Analytics. Lengkap dengan sertifikasi nasional maupun internasional secara gratis.
“Pelatihan ini didukung kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Google, dan Huawei,” kata Bagus.
Bagi peserta umum, pelatihan itu juga disebut menjadi jembatan antara kebutuhan pasar kerja digital. Sebab, peserta akan dimasukkan ke platform alumni yakni Deploy, yang menjadi basis data talenta digital tersertifikasi dan dapat diakses dunia industri.(rez)