SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pernah kepikiran nggak sih kira-kira gimana ya kalo kita tanpa alis? Pasti aneh banget kan. Tapi tahu nggak sih, ternyata alis itu bukan cuma buat estetika wajah atau biar kita kelihatan cakep doang.
Melansir dari Forbes, para ahli biologi evolusi bilang kalau alis itu sebenernya salah satu "senjata" rahasia manusia buat bertahan hidup. Kalau nggak ada alis, mungkin kita bakal susah banget buat temenan atau mengerti perasaan orang lain.
BACA JUGA:Manfaat Masker Tomat untuk Perawatan Alami Menjaga Kesehatan Kulit Wajah
Mini Kidi Wipes.--
Jauh sebelum kita lahir, nenek moyang kita punya dahi yang nonjol banget dan kaku. Tapi seiring berjalannya waktu, dahi kita jadi lebih rata dan halus, terus muncul deh alis yang bisa digerak-gerakin secara fleksibel.
Fungsinya apa? Buat ngomong tanpa suara! Coba bayangin, cuma dengan angkat alis sedikit, kamu bisa nunjukin kalo lagi kaget, curiga, atau ngerasa kasihan. Komunikasi tanpa kata-kata lewat gerakan alis ini yang bikin manusia purba dulu bisa makin akrab dan kompak waktu hidup berkelompok.
BACA JUGA:Rekomendasi Masker untuk Berbagai Jenis Kulit, Biar Wajah Tetap Sehat dan Glowing
Selain buat ekspresi, alis itu ibaratnya kayak "ID Card" atau tanda pengenal alami buat wajah kita. Penelitian bilang kalau mata emang penting, tapi justru alis yang bikin wajah seseorang jadi gampang dikenali dari jauh. Jadi, secara nggak langsung, alis membantu kita buat tahu siapa kawan dan siapa lawan dalam sekejap.
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Tanpa sadar, alam udah ngasih kita fitur canggih di dahi supaya kita bisa lebih gampang bergaul dan saling peduli satu sama lain.
Jadi, lain kali kalo lagi ngalis atau cuma sekadar ngaca, inget, kalau dua garis rambut itu adalah bukti sejarah panjang perjalanan manusia.
Alis itu jembatan emosi kita. Mereka diciptakan agar kita bisa lebih "manusiawi" saat berinteraksi, bantu kita sampaikan rasa peduli tanpa harus banyak bicara. Ternyata, hal sekecil alis aja punya cerita yang keren banget tentang gimana kita bisa jadi makhluk sosial.