SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Penggunaan aplikasi MyPertamina di kalangan sopir truk masih tergolong rendah. Sebagian besar sopir memilih melakukan pembayaran secara tunai saat membeli solar di SPBU, meskipun pemerintah terus mendorong penggunaan sistem digital untuk penyaluran BBM subsidi.
Sejumlah sopir truk mengaku belum familiar dengan penggunaan aplikasi tersebut. Faktor keterbatasan pengetahuan teknologi atau gagap teknologi (gaptek) menjadi alasan utama mereka enggan beralih ke sistem digital.
BACA JUGA:Tingkatkan Literasi Dokumen Perjalanan dan Tangkal TPPO, Imigrasi Tanjung Perak Gandeng Unesa
Mini Kidi Wipes.--
Sukirno, sopir truk asal Mojokerto, mengaku tidak mengetahui fungsi maupun cara penggunaan MyPertamina. Ia memilih tetap menggunakan uang tunai karena dinilai lebih praktis.
“Apa itu MyPertamina, saya tidak tahu. Saya biasa beli solar pakai uang cash,” ujarnya saat ditemui di SPBU Perak Timur.
BACA JUGA:PT TPS Tingkatkan Literasi Pengelolaan Bank Sampah Warga Sidotopo Wetan Surabaya
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Hal serupa disampaikan Sugiarto, sopir truk ekspedisi yang biasa beroperasi di kawasan Kenjeran. Ia mengaku selama ini tidak pernah menggunakan aplikasi tersebut saat mengisi bahan bakar.
“Saya biasa pakai uang tunai. Aplikasi apa itu MyPertamina,” katanya.
BACA JUGA:Peringati Hari Kartini, Polsek Wiyung Tanamkan Semangat Literasi dan Disiplin di SDN Wiyung 1
Meski demikian, tidak semua sopir bersikap sama. Sebagian lainnya mulai memanfaatkan aplikasi digital tersebut, terutama untuk mendapatkan akses BBM subsidi. Nando, salah satu sopir truk yang ditemui di kawasan Jalan Perak Barat, mengaku menggunakan MyPertamina saat membeli solar.
“Pakai aplikasi MyPertamina karena dapat subsidi,” ujarnya.
BACA JUGA:Sherlita Ratna Dewi, Menghidupkan Kartini Lewat Literasi Digital Perempuan di Jawa Timur
Sementara itu, petugas SPBU Perak Timur, Salsa, membenarkan bahwa mayoritas sopir truk di lokasi tersebut masih memilih pembayaran tunai. Ia menyebut penggunaan aplikasi lebih sering dilakukan oleh pengguna kendaraan pribadi, khususnya untuk pembelian BBM non-subsidi seperti Dex.