Di zaman Manajer tim almarhum H Agil H Ali, Persebaya pernah memakai jersey kuning di Makassar. Saat itu, PSM dikenal sebagai tim yang tangguh apalagi bermain di kandang.
Nah, ceritanya, H Agil juga bingung memikirkan bagaimana mengalahkan Makassar. Dari situ terbersit Persebaya menggunakan kostum kuning-kuning.
Kostum yang tak lazim karena biasanya Persebaya menggunakan hijau-hijau atau putih-putih ketika away. Namun, meski menggunakan jersey agak lain, Persebaya akhirnya menang di kandang PSM.
Entah berkorelasi di era tersebut, Persebaya ketika dijamu Arema di Bali juga menggunakan jersey kuning-kuning. Ndiallah kersane Allah, Persebaya digdaya. Jawara atas Arema.
Jadi berandai-andai, kalau saja performa Persebaya stabil baik bermain di home and away bukan tidak mungkin tim asal Kota Pahlawan ini bisa berburu gelar musim ini.
Namun apa daya, banyak kehilangan kesempatan dan poin di kandang membuat Persebaya saat ini diperkirakan finish di 5 besar.
Tapi sekali lagi, aplaus tetap layak diberikan kepada Persebaya yang sudah menampilkan permainan apik di Bali dan memenangkan Super Derby Jatim.
Meski berseragam kuning-kuning semangat Persebaya tetap Green Force (hijau) yang pantang menyerah di luar kandang. Bravo!