KULON PROGO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Bulurejo, Kecamatan Lendah, melibatkan hampir 1.000 pekerja dan mendorong ekonomi warga melalui peningkatan aktivitas usaha lokal.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus membuka lapangan kerja.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan dilakukan untuk memastikan fasilitas pendidikan yang cepat dan berkualitas.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas, tanpa mengabaikan mutu konstruksi,” kata Dody Hanggodo.
BACA JUGA:Sekolah Rakyat Pati Jadi Harapan Anak Tanpa Ibu dari Keluarga Buruh Tani
Selain itu, progres konstruksi Sekolah Rakyat Kulon Progo telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare dengan anggaran APBN sebesar Rp 214 miliar dan mampu menampung hingga 1.080 peserta didik.
Mini Kidi Wipes.--
Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang dilibatkan meningkat dari sekitar 650 orang menjadi 840 orang dan ditargetkan mencapai 925 pekerja.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Raden Haryo Satriyawan mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan dengan penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan paralel.
"Langkah percepatan kami lakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih paralel,” ujar Raden Haryo Satriyawan.
Di sisi lain, aktivitas para pekerja turut mendorong pertumbuhan usaha kecil seperti warung makan, jasa transportasi, dan penyedia kebutuhan harian.
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Menurutnya, perputaran ekonomi lokal meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pekerja selama proses pembangunan berlangsung.
Sekolah Rakyat Kulon Progo dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi dengan fasilitas ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, dan pusat pembelajaran digital.
Selain itu, tersedia asrama bagi siswa dan guru serta fasilitas penunjang seperti klinik, kantin sehat, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.
Pemerintah berharap pembangunan ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan baru, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja.