SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kucing menjadi salah satu hewan dengan populasi terbanyak di Indonesia. Rasanya, sekarang setiap rumah memiliki kucing. Kucing liar di jalanan juga banyak, tak hanya satu, bahkan lebih. Bagaimana tidak? Seekor kucing betina dapat melahirkan 3–4 kali per tahun, dengan 3–6 anak per kelahiran. Di Indonesia sendiri, populasi kucing mencapai sekitar 6,4 juta ekor pada 2023.
Banyaknya populasi kucing dapat meningkatkan risiko penyakit zoonosis (seperti toxoplasmosis) dan masalah kebersihan lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya steril kucing (kebiri/spay) demi menekan populasi. Mungkin banyak yang mengira bahwa steril akan menyengsarakan kucing. Namun sebenarnya, hal ini justru menyejahterakan kucing.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Iseng, Inilah Alasan Ilmiah Kucing Hobi Menjatuhkan Barang
Mini Kidi Wipes.--
Berikut ini manfaat steril pada kucing:
1. Mencegah kanker dan infeksi
Pada kucing betina, steril dapat mengurangi risiko kanker payudara dan mencegah pyometra—infeksi rahim yang mematikan. Pada jantan, steril menghilangkan risiko kanker testis. Kucing yang sudah disteril cenderung hidup lebih lama karena risiko penyakit reproduksi berkurang dan perilaku lebih aman di luar rumah.
2. Mengurangi kebiasaan spraying
Kucing jantan yang sudah steril akan berhenti, atau setidaknya sangat jarang, menyemprotkan urine untuk menandai wilayah.
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
3. Lebih tenang
Kucing tidak lagi mengalami birahi yang membuat mereka stres, gelisah, atau mengeong sangat keras. Mereka juga tidak akan kabur untuk mencari pasangan, sehingga risiko kecelakaan di jalan atau tertular penyakit dari kucing liar bisa diminimalisasi.
BACA JUGA:Inspirasi Kandang Kucing Outdoor dari Baja Ringan, Kokoh dan Estetik di Lahan Sempit
4. Mengendalikan populasi
Steril mencegah kelebihan populasi kucing yang sering kali berakhir menjadi kucing terlantar di jalanan.