Kunjungan Bupati Lumajang ke Inspektorat, Tekankan Sistem Peringatan Dini Pemerintahan

Rabu 22-04-2026,18:58 WIB
Reporter : Agus Sucipto
Editor : Aris Setyoadji

LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma melakukan kunjungan kerja ke Inspektorat Kabupaten Lumajang untuk menegaskan penguatan pengawasan internal sebagai sistem peringatan dini, Rabu 22 April 2026.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan penguatan sistem pengawasan internal sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas.


Mini Kidi Wipes.--

Dalam arahannya, Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menekankan perubahan mendasar peran Inspektorat dari sekadar fungsi pemeriksaan menjadi sistem peringatan dini yang aktif, berani, dan independen.

Artinya, pengawasan tidak lagi menunggu terjadinya kesalahan untuk kemudian diperbaiki, tetapi harus mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak tahap paling awal perencanaan kebijakan.

BACA JUGA:Pemkab Lumajang Resmikan Rumah Singgah Gratis di Surabaya untuk Pasien Rujukan

Ia menegaskan titik krusial dalam tata kelola pemerintahan bukan hanya pada pelaksanaan, tetapi pada fase perumusan kebijakan.

Pada tahap tersebut, risiko, ketidaktepatan sasaran, hingga potensi penyimpangan harus sudah dapat diidentifikasi dan dikoreksi lebih dini oleh Inspektorat.

“Saya ingin Inspektorat menjadi alarm bagi saya dan Mas Wabup. Bukan hanya mengoreksi setelah terjadi masalah, tetapi sejak awal sudah bisa mengingatkan jika ada kebijakan atau program yang berpotensi tidak tepat,” tegas Bunda Indah.

BACA JUGA:Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Irigasi Berkelanjutan untuk Jaga Ketahanan Pangan

Bunda Indah juga menegaskan bahwa keberanian Inspektorat dalam menyampaikan peringatan menjadi bagian penting dari integritas sistem pemerintahan.

Tanpa independensi dan ketegasan dalam membaca risiko, pengawasan hanya akan bersifat administratif dan terlambat dalam mencegah kesalahan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) menekankan pengawasan harus bekerja lintas tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Menurutnya, pendekatan preventif lebih efektif dibandingkan korektif karena mampu menekan potensi kerugian sejak awal.

“Pengawasan tidak boleh hanya menjadi catatan akhir. Ia harus hadir sejak perencanaan agar setiap program benar-benar terukur dan risiko bisa diminimalkan sejak dini,” ujarnya.

Penguatan peran Inspektorat ini menandai arah reformasi birokrasi di Lumajang yang lebih menitikberatkan pada pencegahan ketimbang penindakan.

BACA JUGA:F-Wamipro Gelar Rakor Anggota Terkait Kemitraan dengan Pemkab dan Pemkot

Sistem pengawasan diarahkan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, bukan sekadar instrumen audit setelah program berjalan.

Langkah ini menjadi penguatan penting dalam membangun pemerintahan yang responsif terhadap risiko, adaptif terhadap perubahan, dan konsisten menjaga integritas.

Dari Lumajang, ditegaskan bahwa pencegahan merupakan bentuk pengawasan paling strategis karena kesalahan terbaik adalah yang tidak pernah terjadi. (Ags)

 

  1. Reporter
    Reporter: –
  2. Keyword Pendek

  3. Keyword PanjangCaption Foto
  4. Caption: 
Kategori :