SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pasar smartphone global mulai mengalami tekanan pada awal tahun 2026 akibat krisis chip memori yang melanda dunia. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan pengiriman ponsel di kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan laporan firma riset IDC, pengiriman smartphone global tercatat turun 4,1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 289,7 juta unit. Sementara itu, Counterpoint Research juga mencatat tren serupa dengan penurunan lebih dalam, yakni 6 persen YoY.
Penurunan ini dipicu oleh kelangkaan komponen memori DRAM dan NAND yang menyebabkan kenaikan biaya produksi. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dan berpotensi menekan industri smartphone sepanjang tahun, seiring meningkatnya harga komponen dan biaya logistik.
BACA JUGA:Dukung Ekonomi Akar Rumput, 100 Pelaku UMKM Situbondo Terima Bantuan KIP Jawara Rp 3 Juta
Di tengah tekanan pasar, Samsung tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar global menurut IDC. Samsung mengapalkan 62,8 juta unit atau menguasai 21,7 persen pangsa pasar, dengan pertumbuhan 3,6 persen YoY. Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan seri flagship Galaxy S26.
Sementara itu, Apple menempati posisi kedua dengan pengapalan 61,1 juta unit dan pangsa pasar 21,1 persen. Apple mencatat pertumbuhan 3,3 persen YoY, didukung penjualan iPhone 17 yang kuat serta lonjakan permintaan di pasar China.
Mini Kidi Wipes.--
Di bawah kedua raksasa tersebut, merek-merek asal China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo masih berada dalam jajaran lima besar. Namun, ketiganya mengalami penurunan pengapalan signifikan, masing-masing turun 19,1 persen, 9,9 persen, dan 6,8 persen YoY.
Meski demikian, sejumlah merek di luar lima besar justru menunjukkan pertumbuhan positif. Honor mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 24 persen YoY, diikuti oleh perusahaan lain seperti Lenovo (Motorola) dan Huawei yang juga mengalami peningkatan.
Associate Director Consumer Devices IDC, Kiranjeet Kaur, menyebut kuartal pertama 2026 menjadi periode yang menantang bagi industri. Produsen dituntut menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas di tengah keterbatasan pasokan dan tekanan harga.
“Apple dan Samsung diuntungkan oleh dominasi di segmen premium, sementara merek lain berupaya menggeser pangsa pasar ke kelas harga yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, laporan Counterpoint menunjukkan hasil berbeda. Apple justru menempati posisi pertama dengan pertumbuhan 5 persen YoY pada kuartal I-2026. Hal ini disebabkan posisi Apple yang kuat di segmen ultra-premium serta rantai pasok yang lebih terintegrasi.
Sebaliknya, Samsung menurut Counterpoint berada di posisi kedua dengan penurunan 6 persen YoY, terutama karena tantangan di segmen menengah ke bawah. Meski begitu, permintaan seri Galaxy S26 tetap dinilai kuat di tengah krisis.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Counterpoint juga mencatat penurunan pada merek China, meski tidak sedalam versi IDC. Xiaomi turun 19 persen, Oppo 4 persen, dan vivo 2 persen YoY.