SURABAYA - Setelah menetapkan enam tersangka dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim juga memeriksa Fuad Benardi, anak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Selasa (26/3). Pemeriksaan Fuad, hanya sebagai saksi terkait perizinan proyek tersebut, disebabkan nama anak wali kota itu disebut-sebut oleh saksi lain. “Pemeriksaan inisial F (Fuad, red) terkait perkembangan kasus Jalan Gubeng yang longsor. Pemanggilan ini berkaitan dengan keterangan saksi lain yang memunculkan inisial F, dan akan kita dalami,” terang Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Ahmad Yusep Gunawan. Disinggung tentang materi pemeriksaan, apakah terkait perizinan atau yang lainnya, Yusep enggan memaparkan. Yusep beralasan bila pihaknya belum mendapat laporan dari anak buahnya tentang pemeriksaan perdana Fuad ini. “Kita akan konfrontir dengan keterangan saksi lainnya untuk lebih mendalami konteks proyek ini hingga bisa berlangsung. Nanti perkembanganya akan kami sampaikan. Saya juga belum mendapat laporan hasil pemeriksaan,” lanjut Yusep, kemarin. Sedangkan Fuad datang ke mapolda sekitar pukul 09.00. Dia menjalani pemeriksaan hingga pukul 12.00. "Masalah (amblesnya badan jalan raya) Gubeng itu, lo," kata Fuad kepada wartawan usai pemeriksaan. Fuad mengaku hanya memenuhi panggilan penyidik, dan sekitar dua puluh pertanyaan diajukan kepada dia. Fuad mengaku tidak tahu ketika ditanya secara rinci apa saja pertanyaan itu dan apa yang diketahuinya terkait proyek tersebut. "Saya enggak tahu apa-apa masalah itu, yang penting datang ke sini," tambah Fuad. Fuad juga mengelak ketika ditanya apa perannya pada proyek yang dikerjakan oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) tersebut. Apakah berhubungan dengan perizinan atau perencanaan proyek. "Perencanaan itu apa," tanya Fuad. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi via telepon oleh wartawan mengatakan, dalam pengusutan kasus ini pihaknya tidak melakukan tebang pilih. Barung menegaskan, meski Fuad merupakan anak wali kota, tapi dia tetap memeriksa Fuad jika terlibat dalam kasus tersebut. "Polisi tidak akan tebang pilih dalam kasus ini. Ada yang mengatakan kita hanya tajam ke bawah tumpul ke atas. Nanti kita buktikan siapa saja di Jawa Timur yang terkait masalah Jalan Gubeng, akan kami periksa termasuk perizinannya," tegas Barung. Seperti diketahui, badan Jalan Raya Gubeng ambles sedalam kira-kira 20 meter pada Selasa (18/12) tahun lalu. Diduga, amblesnya jalan karena kesalahan teknis kegiatan proyek basement atau parkir bawah tanah dan gedung 26 lantai di sisi kiri jalan. Proyek itu disebut-sebut sebagai perluasan fasilitas RS Siloam. Dalam kasus ini penyidik sudah menetapkan enam tersangka. Masing-masing inisial RW sebagai Project Manager PT NKE; RH, Project Manager PT Saputra Karya; LAH, Engineering Supervisor PT Saputra; BS Dirut PT NKE; A, Side Manager PT NKE, dan A sebagai Side Manager PT Saputra Karya. (tyo/nov)
Anak Wali Kota Surabaya Diperiksa
Rabu 27-03-2019,10:03 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 10-03-2026,09:15 WIB
Plt Wali Kota Madiun Pertanyakan Loyalitas ASN dan Sentil Kinerja Lurah hingga OPD
Selasa 10-03-2026,07:49 WIB
Driver Ojol Bacok Teman di Tongkrongan Ojek Pangkalan RSI Wonokromo
Selasa 10-03-2026,09:00 WIB
Tak Pernah Disentuh: Kebenaran yang Tak Bisa Lagi Disembunyikan (3)
Selasa 10-03-2026,08:00 WIB
Dua Kebahagiaan Terbesar Vanessa Ziandry, Antara Syahadat dan Pelaminan
Selasa 10-03-2026,06:35 WIB
Beri Bingkisan Hari Raya untuk Petugas Kebersihan Sekolah, Bupati Gresik Ajak Guru Tanamkan Peduli Lingkungan
Terkini
Selasa 10-03-2026,21:53 WIB
Jelang Idulfitri 1447 H, Pemkot Pasuruan Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali
Selasa 10-03-2026,21:42 WIB
Konflik Iran-AS Memanas, Pakar Unair Sebut Isu Nuklir Jadi Pemicu Utama
Selasa 10-03-2026,21:37 WIB
Jawa Timur Jadi Tujuan 24,9 Juta Pemudik Lebaran 2026, Khofifah Perkuat Transportasi dan Pengamanan
Selasa 10-03-2026,21:24 WIB
Penarik Becak Lansia Bojonegoro Terima 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo
Selasa 10-03-2026,20:02 WIB