Waspada! Satu Kata Bisa Jadi Celah Kejahatan, Modus Telepon Hening dan Pencurian Suara Berbasis AI

Kamis 16-04-2026,10:17 WIB
Reporter : Magang Memorandum
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Fenomena telepon hening dari nomor tidak dikenal kini patut diwaspadai karena berpotensi menjadi bagian dari modus pencurian identitas suara.

Dengan kemajuan kecerdasan buatan, pelaku kejahatan dapat merekam sampel suara korban hanya dari satu kata sederhana seperti “halo” atau “iya”, lalu mengolahnya menjadi tiruan suara yang sangat mirip untuk melakukan penipuan. Inilah alasan mengapa masyarakat perlu lebih berhati-hati saat menerima panggilan dari nomor asing.


Mini Kidi Wipes.--

Modus ini bekerja dengan cara yang cukup sederhana namun berbahaya. Pelaku menelepon korban dan sengaja tidak mengeluarkan suara, memancing korban untuk berbicara terlebih dahulu.

BACA JUGA:Modus Baru Penimbun BBM Bersubsidi di Situbondo Terungkap, Gunakan Mobil Sedan Modifikasi

Ketika korban merespons, suara tersebut direkam sebagai bahan dasar. Dengan bantuan teknologi AI, rekaman singkat ini kemudian dikembangkan menjadi suara tiruan yang dapat digunakan untuk berbagai skenario penipuan, seperti meminta uang darurat kepada keluarga atau mengaku berada dalam situasi genting.

Dalam praktiknya, penipuan ini seringkali memanfaatkan kepanikan emosional. Pelaku dapat menghubungi orang terdekat korban dengan suara yang telah dikloning, lalu menciptakan cerita darurat seperti kecelakaan, penangkapan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Karena suara terdengar sangat mirip, banyak orang menjadi lengah dan langsung memberikan bantuan tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

BACA JUGA:Warga Tulungagung Jadi Korban Modus Order Fiktif 85 Nasi Goreng, Pelaku Ngaku Anggota TNI


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Untuk mencegah hal tersebut, penting bagi masyarakat menerapkan langkah sederhana namun efektif, yaitu protokol “Silent First”. Saat menerima telepon dari nomor tidak dikenal, jangan langsung berbicara. Biarkan penelepon yang memulai percakapan terlebih dahulu. Hindari mengucapkan kata-kata umum seperti “halo” atau “iya” yang berpotensi direkam. Jika dalam waktu 3 hingga 5 detik tidak ada respons, sebaiknya segera akhiri panggilan.

Selain itu, penggunaan aplikasi identifikasi nomor juga dapat membantu mengenali apakah sebuah nomor pernah dilaporkan sebagai spam atau penipuan. Periksa label atau ulasan dari pengguna lain sebelum memutuskan untuk mengangkat telepon. Jika nomor tersebut sudah ditandai mencurigakan, langkah terbaik adalah langsung memblokirnya.

Langkah pencegahan lainnya adalah membuat “kata sandi keluarga”. Ini merupakan kode khusus yang hanya diketahui oleh anggota keluarga inti. Jika suatu saat ada panggilan darurat yang mencurigakan, mintalah penelepon menyebutkan kata sandi tersebut sebagai bentuk verifikasi. 

BACA JUGA:Modus Ajak Beli Camilan, Pemuda Pasuruan Setubuhi Anak di Bawah Umur

Cara ini cukup efektif untuk membedakan antara situasi nyata dan upaya penipuan.

Jika Anda sudah terlanjur berbicara saat menerima telepon hening, tidak perlu panik. Namun, tetap penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Segera informasikan kepada keluarga atau orang terdekat bahwa Anda baru saja menerima panggilan mencurigakan. Minta mereka untuk tidak mudah percaya jika ada permintaan aneh yang mengatasnamakan Anda.

Kategori :