Program 3 Juta Rumah Dorong Ekonomi, Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Rabu 15-04-2026,18:39 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Aris Setyoadji

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah menyatakan program 3 juta rumah memberikan efek berganda terhadap perekonomian melalui pelibatan 185 industri turunan serta penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung, Rabu 15 April 2026.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari menjelaskan efek tersebut dipicu meningkatnya permintaan terhadap rantai pasok domestik.


Mini Kidi Wipes.--

Menurutnya, kondisi ini berdampak positif bagi berbagai sektor usaha, baik skala lokal maupun nasional.

“Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” ujar Qodari.

BACA JUGA:Investasi Rp 497 Triliun Masuk Indonesia Triwulan I 2026 Serap 627 Ribu Tenaga Kerja

Ia menjelaskan program tersebut meningkatkan permintaan bagi sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu sektor hulu dan hilir.

Pada sektor hulu, peningkatan terjadi pada produksi material dasar seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, dan cat.

Sementara itu, pada sektor hilir terjadi peningkatan permintaan pada UMKM furnitur, alat elektronik rumah tangga, desain interior, serta jasa asuransi dan perbankan.

BACA JUGA:Persiapan Layanan Haji 2026 Hampir 100 Persen, Akomodasi hingga Kesehatan Siap

Ia menambahkan peningkatan permintaan di sektor hilir akan semakin intensif setelah proses serah terima rumah dilakukan.

"Pembangunan rumah mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok utama," tambahnya.

Selain itu, program ini juga menyerap tenaga kerja terampil dan nonterampil.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Dalam satu unit rumah tapak, rata-rata melibatkan lima hingga tujuh pekerja baik secara langsung maupun tidak langsung.

Program ini juga membuka peluang kerja bagi profesi pendukung seperti arsitek, insinyur sipil, dan mandor bangunan.

Di luar proses konstruksi, manfaat juga dirasakan oleh pekerja pabrik material, sopir logistik, hingga pelaku sektor informal.

"Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat," pungkasnya. (–)

 
 
Kategori :