Masih Ada Warga Miskin Belum Terima Bansos, Plt Wali Kota Madiun Minta Pemutakhiran Data

Senin 13-04-2026,08:32 WIB
Reporter : Moch. Adi Saputro
Editor : Muhammad Ridho

MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kota Madiun belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga miskin. Hal itu diungkapkan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.


Mini Kidi Wipes.--

Bagus menegaskan masih ada warga kurang mampu yang belum tercatat dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). Karena itu, ia menginstruksikan para lurah dan dinas terkait untuk turun langsung melakukan pemutakhiran data.

“Menurut kacamata saya ada warga yang tidak mampu tapi belum masuk DTSEN. Saya minta lurah mendata warga tidak mampu,” tegasnya, Minggu, 12 April 2026.

BACA JUGA:Gercep, Polsek Geneng Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Ngawi–Madiun, Lalu Lintas Kembali Normal


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Berdasarkan data sementara DTSEN, tercatat 3.155 keluarga atau 9.608 jiwa masuk kategori desil 1. Kemudian desil 2 sebanyak 3.558 keluarga atau 10.397 jiwa. Selanjutnya, desil 3 tercatat 4.071 keluarga atau 11.485 jiwa, desil 4 sekitar 4.547 keluarga atau 12.339 jiwa, serta desil 5 sebanyak 7.241 keluarga atau 20.938 jiwa.

Bagus menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran. Tanpa pembaruan data yang valid, warga yang seharusnya berhak justru berpotensi tidak menerima bantuan.

“Makanya saya minta data detail, potret langsung dan sesuai dokumentasi petugas kelurahan. Petugas sudah mulai keliling untuk pendataan,” ujarnya.

BACA JUGA:Adira Expo Suncity Mall Madiun: Tebar Promo Bunga Ringan hingga Undian Umrah Gratis

Terpisah, Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Madiun, Heri Suwartono, menyampaikan bahwa proses validasi data masih terus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari kementerian.

“Kelurahan sudah turun dan data terus diperbaiki,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan nantinya akan disesuaikan dengan kualifikasi penerima. Warga yang memenuhi syarat akan diarahkan ke program yang tepat.

“Kalau memenuhi PKH, ya masuk PKH,” pungkasnya. (st/adi)

Kategori :