MEMORANDUM.DISWAY.ID-Aryna Sabalenka sukses mengalahkan Coco Gauff pada final tunggal putri Miami Open dengan skor 6-2, 4-6, 6-3, Sabtu waktu setempat.
Kemenangan ini semakin menegaskan dominasi petenis peringkat satu dunia tersebut di turnamen level elite.
Aryna Sabalenka tampil impresif saat menghadapi Coco Gauff yang menempati peringkat keempat dunia. Sabalenka menguasai set pertama dan ketiga melalui pukulan groundstroke yang agresif dan akurat.
Kemenangan ini membuat Sabalenka mencatatkan prestasi "Sunshine Double", yakni menjuarai turnamen Indian Wells Open dan Miami Open dalam satu musim yang sama.
Ia menjadi petenis pertama yang meraih pencapaian tersebut sejak Iga Swiatek melakukannya pada 2022.
BACA JUGA:Jorge Martin Menang Dramatis di Sprint Race MotoGP Amerika Serikat 2026
Mini Kidi Wipes.--
Gelar ini juga menjadi trofi Miami Open kedua secara beruntun bagi Sabalenka. Turnamen ini digelar di kota asal Gauff, sehingga kemenangan tersebut terasa semakin spesial. Hasil ini membuat rekor pertemuan kedua petenis kini menjadi 7-6 untuk keunggulan Sabalenka.
Dalam upacara penyerahan trofi, Sabalenka menyampaikan rasa terima kasih kepada Gauff atas persaingan yang membuatnya berkembang sebagai pemain.
"Kamu telah mendorong saya untuk menjadi pemain yang lebih baik," ujar Sabalenka. Ia juga memuji dukungan penonton yang selalu memadati stadion selama turnamen berlangsung.
Pertandingan final berlangsung selama 2 jam 11 menit. Laga berakhir setelah Gauff kehilangan servis untuk keempat kalinya akibat pukulan backhand yang melebar.
Gauff sempat menunjukkan perlawanan sengit dengan memaksa pertandingan berlanjut hingga set ketiga.
Gempur Rokok Ilegal -----
Namun, momentum yang sempat diperolehnya dari dukungan penonton tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan.
Dalam komentarnya kepada penonton, Gauff mengaku tetap bangga dengan pencapaiannya sepanjang turnamen, meskipun gagal meraih gelar juara.
"Saya sangat kecewa tidak mendapatkan hasil yang lebih baik, tetapi saya merasa sangat senang dengan perjalanan minggu ini. Dukungan kalian memberikan energi luar biasa setiap hari," ujar Gauff.
Salah satu faktor kekalahan Gauff adalah servis yang kurang konsisten. Ia mencatatkan tujuh kesalahan ganda sepanjang pertandingan, sementara Sabalenka tampil solid tanpa melakukan satu pun double fault.
Momentum penting terjadi pada awal set ketiga ketika Sabalenka berhasil mematahkan servis Gauff. Kesalahan ganda dan error sendiri dari Gauff membuka peluang bagi Sabalenka untuk mencetak poin krusial melalui pukulan backhand tajam.
Pertandingan final ini juga dihadiri oleh Kai Trump, cucu dari Donald Trump, yang dikenal sebagai atlet golf di University of Miami. Ia sempat membagikan foto bersama Sabalenka melalui media sosial sehari sebelum final berlangsung.
Kemenangan ini menambah koleksi gelar profesional Sabalenka menjadi 24 trofi sepanjang kariernya. Sebelum pertandingan final, ia juga menyatakan kegembiraannya melihat Gauff mampu menemukan performa terbaik di turnamen kandangnya, setelah sebelumnya belum pernah melangkah lebih jauh dari babak keempat.