SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Overthinking di malam hari sering terjadi karena pikiran menjadi lebih aktif saat tubuh mulai beristirahat dan minim distraksi.
BACA JUGA:Sering Kebangun Jam 3 Pagi dan Overthinking, Ini Penjelasan Ilmiah dan Tips Mengatasinya
Kondisi ini membuat berbagai pikiran, kekhawatiran, hingga penyesalan muncul secara berulang, sehingga seseorang sulit tidur dan merasa gelisah tanpa alasan yang jelas.
Mini Kidi Wipes.--
Pada siang hari, aktivitas seperti bekerja, belajar, atau berinteraksi sosial membuat otak fokus pada hal konkret. Namun ketika malam tiba, suasana yang tenang justru memberi ruang bagi pikiran untuk “berjalan sendiri” tanpa kontrol yang kuat.
BACA JUGA:Kurang Tidur Akibat Begadang? Ini Dampaknya bagi Tubuh dan Fokus
Minim Distraksi, Pikiran Jadi Lebih Aktif
Malam hari identik dengan suasana sunyi. Tanpa gangguan pekerjaan atau aktivitas lain, otak cenderung memproses kembali kejadian yang sudah terjadi.
Hal ini bisa memicu munculnya pikiran berlebihan tentang masa lalu maupun kekhawatiran terhadap masa depan. Akibatnya, seseorang bisa terjebak dalam lingkaran pikiran yang sulit dihentikan.
Kelelahan Mental
Setelah seharian beraktivitas, otak mengalami kelelahan. Dalam kondisi ini, kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional menurun. Pikiran negatif pun lebih mudah muncul dan terasa lebih berat dibandingkan biasanya. Itulah sebabnya masalah kecil di siang hari bisa terasa lebih besar saat malam.
BACA JUGA:Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tubuh Tidak Mudah Lelah
Pengaruh Hormon dan Emosi
Pada malam hari, tubuh mengalami perubahan hormon yang memengaruhi suasana hati. Hormon melatonin yang meningkat memang membantu tidur, tetapi kondisi tubuh yang mulai rileks juga membuat emosi lebih sensitif. Hal ini membuat seseorang lebih mudah merasa cemas, sedih, atau khawatir berlebihan.