PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan sejak Selasa, 24 Maret 2026, sore hingga malam, menyebabkan banjir di 11 kecamatan terdampak. Menurut data BPBD, banjir kali ini merata di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah terputusnya jalur di jalan raya pantura yang menghubungkan beberapa kota besar. Yakni jalur dari Surabaya menuju wilayah Pasuruan hingga tapal kuda Probolinggo ke timur. Oleh karena itu, Polres Pasuruan bersama jajaran Polsek langsung bergerak cepat melakukan pemantauan, evakuasi, dan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.
BACA JUGA:Jalur Pantura Kota Pasuruan Masih Lumpuh Terendam Banjir
Mini Kidi Wipes.--
Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono menyatakan, pihaknya telah menurunkan personel di titik-titik rawan banjir sejak hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi.
“Personel kami siagakan di wilayah terdampak untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan,” ujarnya singkat kepada media di Mapolres Pasuruan, Rabu 25 Maret 2026.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, banjir dipicu meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu, seperti Lumbang, Puspo, Tosari, dan Pasrepan. Juga wilayah Pandaan, Prigen dan Purwosari.
BACA JUGA:Jalur Tapal Kuda di Beji dan Rejoso Terendam, 11 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Dikepung Banjir
Gempur Rokok Ilegal -----
Di Kecamatan Winongan, banjir tercatat paling luas dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 90 cm di beberapa dusun, seperti Sentul Kluwes dan Balun, serta berdampak pada ratusan kepala keluarga.
Hingga laporan terakhir, genangan masih terjadi di sejumlah desa karena hujan belum sepenuhnya reda dan dipengaruhi air pasang.
Sementara itu di Kecamatan Beji, genangan air setinggi 20 hingga 50 cm merendam beberapa dusun di Desa Gajahbendo, Beji, Gununggangsir, dan Kedungringin. Petugas dari Polsek Beji terus melakukan monitoring debit air untuk mengantisipasi kenaikan lanjutan. Termasuk hingga tadi malam berjaga-jaga di jalur jalan raya hingga rel Kereta Api.
Di wilayah Pasrepan, banjir terjadi di Dusun Moyo Barat, Desa Jogoripuh dengan ketinggian air mencapai hingga 1 meter dan berdampak pada sekitar 70 kepala keluarga. Namun, air dilaporkan mulai berangsur surut beberapa jam setelah kejadian.
BACA JUGA:Solusi Mudik Tenang, Jasa Cat Sitter dan Penitipan Kucing di Surabaya Banjir Order Jelang Lebaran
Sedangkan di Kecamatan Kejayan, banjir merendam sejumlah desa seperti Kurung, Tanggulangin, Ketangirejo, dan Sladi dengan ketinggian antara 10 hingga 60 cm. Kondisi di wilayah ini juga dilaporkan mulai membaik seiring meredanya hujan.