SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – BMKG menyebut hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Jawa Timur pada sore hingga malam hari dan perlu diwaspadai masyarakat, Selasa 24 Maret 2026.
BACA JUGA:BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob 16–31 Januari 2026 di Pesisir Jatim, Surabaya hingga Tuban
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan hingga dasarian III Maret 2026 sekitar 78 persen wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim hujan.
Mini Kidi Wipes.--
Meski demikian, intensitas hujan secara umum mulai menunjukkan tren penurunan seiring mendekati masa peralihan menuju musim kemarau. Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Timur yang saat ini masih didominasi hujan dengan intensitas relatif tinggi, terutama pada sore hingga malam hari.
BACA JUGA:Prakiraan Jalur Mudik di Jatim Didominasi Hujan pada 22 Maret 2026
Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai dalam beberapa pekan ke depan.
BACA JUGA:Banjir Rob dan Hujan Deras Lumpuhkan Jalur Surabaya-Gresik di Osowilangun
“Memang sudah ada kecenderungan penurunan intensitas hujan. Namun, untuk saat ini hujan masih cukup tinggi, terutama di wilayah-wilayah tertentu,” ujar Kepala BMKG Indonesia, Teuku Faisal Fathani.
BACA JUGA:Hujan Angin Terjang Surabaya, Reklame Raksasa di Tidar Ambruk dan Puluhan Pohon Tumbang
Dalam peringatan dini curah hujan dasarian III Maret, tidak ada wilayah yang masuk kategori siaga maupun awas.
Namun sejumlah daerah, termasuk sebagian wilayah Jawa Timur, berada pada kategori waspada yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Lanjutkan Overlay Jalan Kurangi Genangan Saat Musim Hujan
BMKG juga mengungkapkan fenomena La Niña yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. Berakhirnya La Niña menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia, termasuk pergeseran menuju musim kemarau.
BACA JUGA:Jawa Timur Masuki Puncak Musim Hujan Januari 2026 Waspadai Cuaca Ekstrem