JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID — Perayaan Cap Go Meh Celebration 2026 di Hotel Borobudur Jakarta bukan sekadar meriah, malam itu benar-benar “meledak”. Di bawah tema Discover Timeless Harmony, sorotan utama tertuju pada satu nama: Icha Yang yang sukses menghipnotis seluruh isi ballroom tanpa jeda.
Sejak nada pertama mengalun, suasana langsung berubah drastis. Tamu undangan yang awalnya duduk rapi, seketika terseret dalam arus euforia. Mereka berdiri, bernyanyi, bergoyang, bahkan larut dalam koor massal yang menggema di seluruh ruangan. Ballroom megah itu tak lagi terasa eksklusif, melainkan menjelma menjadi lautan energi dan kebersamaan.
BACA JUGA:Aila Basyaiban, Penyanyi Multitalenta yang Mengabdi sebagai Relawan Ambulans Jenazah
Mini Kidi Wipes.--
Penampilan Icha kali ini tampil total dan tanpa kompromi. Ia meninggalkan format lintas bahasa seperti tahun sebelumnya, dan memilih tampil full Mandarin, sebuah keputusan berani yang justru menjadi kunci ledakan suasana. Nuansa ini selaras kuat dengan semangat Cap Go Meh sebagai puncak perayaan Imlek.
Lagu-lagu seperti Lai Lai Guo Xin Nian dan He Xin Nian langsung memantik suasana, sebelum Icha “menggempur” panggung dengan deretan hits Mandarin legendaris. Ting Hai, Xi Huan Ni, hingga Peng You dan Xiao Wei berubah menjadi nyanyian bersama, menciptakan momen emosional yang menyatukan lintas generasi dan latar belakang.
BACA JUGA:Eksistensi Tasya Rosmala, dari Bintang Cilik Pantura hingga Menjadi Ikon Dangdut Nasional
Tak ada satu pun lagu berbahasa Indonesia dibawakan malam itu, namun justru di situlah kekuatannya. Tanpa perlu kompromi bahasa, Icha mampu menembus batas budaya dan menjadikan musik sebagai jembatan universal.
“Memang sengaja full Mandarin karena ini momen Imlek dan Cap Go Meh. Supaya suasananya terasa utuh,” ungkapnya.
Kemampuan Icha dalam melafalkan lirik Mandarin dengan fasih pun menjadi nilai lebih. Ia mengaku belajar secara otodidak, termasuk saat sempat menetap di Tiongkok, sebuah proses yang kini terbayar lunas di atas panggung besar.
BACA JUGA:Mengenal Jihan Audy: dari Panggung ke Panggung hingga Jadi Ikon Dangdut Profesional
Lebih dari sekadar hiburan, malam itu menjadi bukti bahwa perayaan Imlek telah bertransformasi menjadi bagian dari denyut budaya Indonesia yang inklusif.
Gempur Rokok Ilegal.--
Namun di atas semua itu, satu hal paling membekas adalah bagaimana Icha Yang mampu mengendalikan panggung, bukan hanya bernyanyi, tapi menghipnotis.
Saat lampion mulai redup dan acara berakhir, gema suaranya masih tertinggal. Bukan sekadar penampilan, melainkan pengalaman kolektif yang menyatukan, menggetarkan, dan sulit dilupakan. (mik)