Kolak, Energi Manis saat Berbuka Puasa

Selasa 17-03-2026,06:00 WIB
Reporter : Prof Dr Mangestuti Agil Apt MS
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Kolak adalah hidangan khas di Bulan Puasa Ramadan. Aneka bahan dasarnya antara lain pisang, ubi kayu, ubi jalar, kacang hijau, kolang kaling, yang dimasak dan dihidangkan dalam santan kelapa. 

BACA JUGA:Pilih Gula yang Mana

Bukan hanya lezat, kolak kaya zat bergizi dan sumber energi cepat saat berbuka puasa. Pisang dan ubi jalar misalnya, mengandung karbohidrat dan gula alamiah yang menjadi sumber pengganti energi yang sudah dipakai saat berpuasa. 

BACA JUGA:Buah Mentimun yang Mendinginkan

Kandungan seratnya membantu pengaturan penyerapan di usus, sehingga kadar gula darah tidak melonjak naik secara cepat. Naik dan turunnya kadar gula darah yang terlalu cepat sangat berbahaya bagi fungsi organ tubuh, seperti jantung dan ginjal.

BACA JUGA:Disiplin Kunci Sehat

Serat membuat lebih cepat merasa kenyang sehingga porsi makan kolak pun tidak berlebih. Ada vitamin dan mineral, termasuk kalium, yang penting untuk mendukung fungsi otot, kelancaran lalu lintas sinyal pada sistem saraf, dan menjaga kesehatan jantung. 

BACA JUGA:Cerita Seputar Telur

Ubi jalar adalah sumber betakaroten untuk penguatan sistem imun, dan sebagai  prekursor vitamin A untuk kesehatan mata. 

BACA JUGA:Ayo Makan Telur

Ada juga vitamin C dan B untuk  kelancaran proses metabolisme tubuh. Kacang hijau memang adalah sumber protein nabati, serat, dan mineral, termasuk zat besi dan folat. 

BACA JUGA:Aromaterapi untuk Berkonsentrasi

Walau tidak sesempurna protein hewani, protein nabati bisa melengkapi kebutuhan tubuh kita. Kecukupan protein diperlukan untuk  mengantisipasi kerusakan pada jaringan tubuh dan mendukung kesehatan otot. Zat besi perlu untuk pembentukan sel darah merah, sementara serat berperan pada pengaturan kadar kolesterol. 

Santan Kelapa

Harus diakui santan kelapa adalah kunci utama kelezatan kolak. Santan memberikan tekstur “creamy” dan aroma khas yang tidak mudah digantikan bahan lain. Kandungan asam lemak jenuh santan acapkali menimbulkan kekhawatiran penyebab peningkatan kadar kolesterol darah. 

Kategori :