JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan percepatan pembangunan fasilitas dasar pendidikan di kawasan transmigrasi.
BACA JUGA:Pengemudi Ojol di Solo Rasakan Manfaat BHR Naik: Senang Banget, Terima Kasih Presiden Prabowo
Melalui Kementerian Transmigrasi, program pembangunan toilet dan sarana air bersih (SAB) serta revitalisasi sekolah digulirkan di berbagai daerah terpencil, menghadirkan perubahan nyata bagi siswa dan masyarakat di wilayah transmigrasi.
Mini Kidi Wipes.--
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan merupakan langkah mendasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak, padahal kalau kita buka-bukaan anggaranya ada, bagaimana bisa satu sekolah toiletnya hanya satu, WCnya satu, bagaimana bisa?. Karena itu sekolah harus bagus, harus bersih, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh dan tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki WC untuk anak-anaknya," kata Prabowo, ditulis Minggu 15 Maret 2026.
Di Sulawesi, program serupa menjangkau 158 unit pembangunan toilet dan SAB serta revitalisasi 155 sekolah. -(Badan Komunikasi Pemerintah RI)-
Terbaru, per Minggu 15 Maret 2026, Kementerian Transmigrasi mencatat sebanyak 454 unit toilet dan sarana air bersih telah dibangun di 27 provinsi yang mencakup 122 kabupaten, 231 kecamatan, dan 399 desa.
BACA JUGA:Fresh Graduate UNS Bangga Bisa Magang di Garuda Berkat Program Prabowo: Kesempatan Sangat Berharga!
Selain sanitasi, pemerintah juga mempercepat revitalisasi sekolah. Hingga saat ini tercatat 478 sekolah telah direvitalisasi di 27 provinsi, meliputi 114 kabupaten, 218 kecamatan, dan 406 desa yang berada di 129 kawasan transmigrasi.
BACA JUGA:Berkat Program Magang Gaji UMK Inisiasi Prabowo, Rafli dari Aceh Kini Magang di Garuda
Perbaikan tersebut mencakup ruang kelas, atap bangunan, pengecatan, hingga fasilitas pendukung belajar.
Di Maluku, pembangunan 22 unit toilet dan SAB dilakukan di sejumlah titik, sementara revitalisasi berlangsung di 47 sekolah. -(Badan Komunikasi Pemerintah RI) -
Di Sumatra, pembangunan 123 unit toilet dan SAB mengubah kondisi sanitasi di sejumlah sekolah yang sebelumnya masih menggunakan ember, gayung, dan toilet jongkok sederhana.