Jelang Mudik Lebaran 2026, Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG di Jatimbalinus Tercukupi

Kamis 12-03-2026,13:02 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang Idulfitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan pasokan energi tetap aman untuk mendukung aktivitas masyarakat. Mulai dari perjalanan mudik, sektor pariwisata, hingga transportasi darat dan udara dipastikan tetap berjalan lancar tanpa gangguan distribusi energi.

Untuk itu, Pertamina membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) yang bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas ini memastikan distribusi BBM, LPG, hingga Avtur tetap terjaga selama periode libur panjang.

BACA JUGA:Isu Kelangkaan LPG 3 Kg, Pertamina Jamin Stok di Jatim Aman


Mini Kidi Wipes.--

Kesiapan ini juga dipaparkan dalam kunjungan kerja Komisi XII DPR RI di kantor PLN UID Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur, Meitri Citra Wardani mengapresiasi langkah antisipatif yang dilakukan Pertamina dan PLN.

Menurutnya, kedua perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi potensi lonjakan kebutuhan energi selama Ramadan dan Lebaran.

BACA JUGA:Jamin Stok Melimpah hingga Idulfitri, Pertamina Jatimbalinus Minta Masyarakat Tidak Panic Buying

"Strategi yang telah ditetapkan semoga dapat menjaga kestabilan energi dengan memastikan pasokan tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan," ujar Meitri, Kamis, 12 Maret 2026.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat selama periode mudik diprediksi meningkat dalam empat fase puncak perjalanan.

Dua puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

BACA JUGA:Stok BBM Melimpah, Pertamina Jamin Pasokan Pertalite dan Pertamax Aman

"Peningkatan mobilitas masyarakat akan berdampak pada naiknya kebutuhan BBM dan LPG, khususnya untuk jenis gasoline," ungkap Ahad.

Selama periode Satgas RAFI, konsumsi BBM jenis gasoline diproyeksikan naik sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal 18.430 kiloliter per hari. Sebaliknya, konsumsi gasoil diperkirakan turun 9,8 persen dari rata-rata normal 8.805 kiloliter per hari karena aktivitas industri berkurang selama libur panjang.

Untuk kebutuhan rumah tangga, konsumsi minyak tanah diprediksi naik sekitar 7,3 persen dari rata-rata 375 kiloliter per hari, sementara LPG meningkat sekitar 3,5 persen dari konsumsi normal 6.567 metrik ton per hari.


Gempur Rokok Ilegal.--

Kategori :