KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri tampak berbeda. Aktivitas ibadah warga binaan meningkat, seiring penguatan program pembinaan keagamaan yang digelar sejak hari pertama puasa.
Masjid At-Taubah yang berada di lingkungan lapas menjadi pusat kegiatan spiritual. Setiap hari, para warga binaan memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah dan pembelajaran Alquran yang telah terjadwal.
BACA JUGA:Lapas Kediri Gagalkan Penyelundupan Narkoba dan Handphone Melalui Layanan Kunjungan
Mini Kidi Wipes.--
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Solichin, mengatakan salah satu program yang berjalan konsisten selama Ramadan adalah One Day One Juz yang diikuti para santri Pondok At-Taubah. Program tersebut dijalankan secara mandiri oleh masing-masing peserta.
"Program ini bukan sekadar mengejar target bacaan. Lebih dari itu, ada latihan mengatur waktu dan membangun disiplin diri. Para santri menyelipkan waktu membaca di sela-sela kegiatan harian yang sudah terjadwal. Dari pola ini tumbuh kemandirian dan kesadaran untuk menjaga konsistensi ibadah tanpa harus selalu diingatkan," ujar Solichin, Senin 23 Februari 2026.
BACA JUGA:Sebanyak 17 Narapidana Lapas Kediri Dapat Remisi Khusus Natal 2025
Gempur Rokok Illegal--
Ia menjelaskan, setiap santri menyesuaikan waktu membaca dengan kemampuan dan ritme masing-masing, namun tetap berkomitmen menyelesaikan satu juz Alquran setiap hari. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan tanggung jawab personal.
"Selain program membaca Alquran, pembinaan juga diperkuat melalui kegiatan mengajar mengaji. Warga binaan yang memiliki sertifikat guru mengaji diberi kepercayaan untuk membimbing santri lain," lanjutnya.
Proses pembelajaran berlangsung secara sederhana dan penuh kehangatan, sehingga tercipta suasana saling mendukung di lingkungan pondok.
BACA JUGA:Berpeluang Dapat Premi, WBP Lapas Kediri Dilatih Merajut
Salah seorang warga binaan berinisial G mengaku program One Day One Juz membawa perubahan dalam dirinya. Ia merasakan ketenangan dan pikiran yang lebih tertata selama menjalani ibadah Ramadan.
"Rutinitas membaca dan mempelajari Alquran membantu saya melihat kembali keputusan-keputusan masa lalu. Dari situ muncul keinginan untuk memperbaiki diri dan menjalani hari ke depan dengan lebih baik," ujarnya.
BACA JUGA:WBP Lapas Kediri Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Program Presiden Prabowo