SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 196.850 ton atau setara sekitar 100.600 ton beras hingga Kamis 13 Februari 2026, melampaui target bulanan dan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Mini Kidi--
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A, menyampaikan gabah tersebut diserap dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.
"Pencapaian ini tidak hanya melampaui target bulanan, tetapi juga lebih tinggi dibandingkan pengadaan gabah pada periode yang sama tahun lalu," ujar Langgeng.
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Bulog Gelontor Beras SPHP dan Minyakita di GPM Tulungagung
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi pemerintah daerah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, dukungan TNI, serta Tim Jemput Pangan Bulog di lapangan.
"Kolaborasi ini membuat proses serapan langsung ke petani berjalan lebih cepat dan efektif," tuturnya.
Langgeng menegaskan optimalisasi penyerapan gabah bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah. Dengan serapan tinggi, petani memperoleh kepastian pasar dan masyarakat terjamin ketersediaan pangannya.
BACA JUGA:Pasar Murah Disperindag–Bulog Digelar di Tiga Kecamatan, Tekan Lonjakan Harga Jelang Ramadan
Selain beras, Bulog Kanwil Jatim juga menyerap jagung pipil kering sebanyak 14.500 ton hingga pertengahan Februari, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, distribusi minyak goreng MinyakKita telah mencapai 2,7 juta liter melalui pasar tradisional, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga ritel modern.
"Distribusi ini membantu menjaga harga tetap di bawah HET berdasarkan pantauan Kemendag," ucap Langgeng.
BACA JUGA:Bulog Gerak Cepat di Awal Tahun, Serap Hampir 20 Ton Gabah Petani Tulungagung
Menghadapi panen raya, Bulog Jatim menyiapkan kapasitas gudang di seluruh jaringan penyimpanan untuk memastikan hasil panen petani tertampung optimal.
"Kami memastikan kesiapan infrastruktur gudang agar mampu menampung hasil keringat petani. Fokus kami jelas, menjaga harga di tingkat petani dan menjamin ketersediaan stok pangan," pungkasnya. (Ain)