Ia menegaskan komitmen Forkopimda Jawa Timur untuk mendukung pembinaan atlet, khususnya pada cabang olahraga yang sebelumnya mengalami penurunan prestasi.
“Ada semangat luar biasa bagaimana Nusa Tenggara menjadi tuan rumah. Tentu kita dukung, terutama pengembangan cabang olahraga yang bisa menjadi kekuatan Jawa Timur,” ujarnya.
BACA JUGA:KONI Jatim Target PBPI segera Bersiap di PON 2028
Khofifah juga mendorong penerapan sport science dalam pembinaan atlet agar prosesnya terukur dan tepat sasaran, sekaligus menanamkan budaya olahraga sejak dini.
Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menegaskan pentingnya sinergi antara KONI pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat dan daerah dalam membangun prestasi olahraga.
Ia menyatakan KONI Jatim siap bersinergi penuh dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk tanggung jawab moral membawa nama baik daerah melalui prestasi olahraga.
BACA JUGA:KONI Jatim Siapkan Langkah Khusus Tangani Kesehatan Atlet dan Pelatih Puslatda PON 2028
“KONI Jatim harus selalu bekerja sama dan bersinergi. Kita punya tanggung jawab moral membawa nama baik Jawa Timur melalui olahraga, terlebih Jawa Timur menjadi penyumbang emas terbanyak pada SEA Games,” kata Nabil. (epe)