IIMAKER Soroti Peran dan Batasan AI dalam Industri Game di Forum Chongli 2026

Minggu 01-02-2026,06:00 WIB
Reporter : Mg/Michael Maeda
Editor : Eko Yudiono

MEMORANDUM.DISWAY.ID-IIMAKER, platform pengembangan konten kreatif berbasis teknologi, menyampaikan pandangannya terkait perkembangan kecerdasan buatan dalam industri game pada Forum Chongli 2026.

Dalam forum internasional tersebut, IIMAKER tampil sebagai salah satu pembicara yang mengulas secara mendalam konsep jiwa karya serta batasan pemanfaatan AI dalam proses penciptaan konten gim di era AI-native.

IIMAKER menilai kecerdasan buatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi industri game, terutama dalam mempercepat produksi animasi, visual, hingga pengembangan alur cerita.

Pemanfaatan teknologi ini dinilai mampu menghemat waktu dan sumber daya di berbagai tahapan produksi. Meski demikian, IIMAKER menegaskan bahwa AI seharusnya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti peran kreator.

Menurut IIMAKER, esensi atau jiwa sebuah game tidak dapat dihasilkan hanya dari algoritma canggih.

Nilai tersebut lahir dari visi, emosi, dan pengalaman manusia yang dituangkan ke dalam desain serta narasi.

Tanpa arah kreatif yang kuat dari manusia, sebuah gim berpotensi kehilangan identitas dan makna yang menjadi pembeda di tengah ketatnya persaingan industri gim global.

Selain menyoroti aspek jiwa karya, IIMAKER juga mengingatkan pentingnya penerapan batasan yang jelas dalam penggunaan AI.

Tanpa regulasi dan kendali yang tepat, teknologi ini dikhawatirkan memicu lahirnya konten yang seragam dan minim nilai artistik.

Oleh karena itu, AI dipandang idealnya tetap berperan sebagai pendukung kreativitas manusia, bukan mengambil alih peran utama dalam proses penciptaan.

Lebih lanjut, IIMAKER membahas berbagai tantangan yang muncul seiring meningkatnya adopsi AI di industri game.

Sejumlah isu krusial yang disoroti meliputi orisinalitas karya, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta dampak teknologi terhadap keberlangsungan profesi kreatif.

IIMAKER menilai industri game perlu segera merumuskan kerangka etika dan kebijakan yang komprehensif agar perkembangan teknologi berjalan seiring dengan perlindungan terhadap para pelaku kreatif.

Forum Chongli 2026 yang dihadiri oleh pelaku industri, akademisi, dan pengembang teknologi dari berbagai negara tersebut menegaskan arah baru industri gim global.

Masa depan industri ini tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi, tetapi juga dari komitmen bersama untuk memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab demi keberlanjutan ekosistem kreatif.

Menutup pemaparannya, IIMAKER mengajak para pengembang game untuk tetap menjunjung tinggi nilai kreativitas manusia di tengah pesatnya inovasi teknologi.

Di era AI-native, keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan sentuhan manusia dinilai menjadi kunci dalam menciptakan game yang unggul secara teknis sekaligus memiliki kedalaman emosional.


Kategori :