Akhmad Jani menambahkan, Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari workshop BTS yang digelar pada 22 Oktober 2025 lalu, bekerja sama dengan PT MHI dan Departemen Hama Penyakit Tumbuhan Universitas Brawijaya Malang.
“Petani sudah mendapat materi awal saat workshop, dan melalui Bimtek ini diperdalam lagi. Ke depan akan ada kerja sama lanjutan dengan AFCO Group sebagai bapak asuh untuk mengembangkan BTS di Jombang,” katanya
Sunan, petani asal Kecamatan Megaluh yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku merasakan manfaat besar dari penerapan BTS. “Dengan metode Budidaya Tanaman Sehat, biaya tanam bisa jauh lebih minim, sehingga produksi bisa maksimal. Kami berharap program ini terus dilanjutkan dan dikembangkan di seluruh Jombang,” ujarnya. (war)