RP Salman mengendus informasi bahwa tata kelola Museum Cakraningrat yang berdempetan dengan kantor induk Disbudpar cenderung kurang maksimal. Museum itu jika malam tidak ada penjaganya. Ruangan dibiarkan gelap tanpa penerangan listrik. Ironisnya tidak pula dipasangi CCTV.
“ Ya akhirnya terjadilah dugaan aksi pencurian itu. Sebagian dari perangkat gamelan dan lonceng kuno yang terbuat dari logam kuningan raib misterius,” tandas RP Salman.
BACA JUGA:Pura-pura Kesurupan, Satnarkoba Polres Bangkalan Bekuk Pengedar Sabu asal Surabaya
Realita ini jelas ironis. Sebab Cakraningrat dikenal sebagai bagian dari destinasi obyek wisata budaya yang kerap dijadikan jujukan para pelajar dari dalam dan luar daerah.
Selain itu, Gedung Museum Cakraningrat yang berdempetan dengan kantor induk Dibudpar, lokasinya juga bersisian dengan Mapolres Bangkalan di tepi jalan raya Sokerno Hatta.
Jadi tak kalah ioronisnya jika sebagian dari koleksi benda beserjarah di museum sampai dibobol maling. Barangkali itulah imbas dari kelalaian Disbudpar. “Semoga Polres segera bisa mengungkap kasus raibnya lonceng dan gemelan peninggalan Kraton Bangkalan itu,” pungkas RP Salman. (ras).