Kediri, memorandum.co.id -Di tengah kondisi perekonomian yang lesu efek pandemi corona, 18 lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri bersatu, membentuk koperasi guna memulihkan ekonomi masyarakat desa hutan dan sekitarnya. Pembentukan koperasi ini dilakukan di Kantor LMDH Budidaya, Desa Satak, Kecamatan Puncu. Diterangkan oleh Ketua LMDH Budidaya, Eko Cahyono, pembentukan koperasi ini sebagai wadah pengembangan usaha dan pengoptimalan potensi yang ada di wilayah perhutani. "Dari 18 LMDH di wilayah Kecamatan Puncu sepakat membentuk koperasi. Dan koperasinya diberi nama Koperasi Tani Kediri (Koptidiri) Lereng Kelud Makmur. Dan saya ditunjuk sebagai ketuanya," tutur Eko Cahyono, Sabtu (13/6). Eko menegaskan, selain sebagai wadah pengembangan usaha dan mengoptimalkan potensi di wilayah perhutani yang masuk dalam pengelolaan LMDH, Koptidiri Lereng Kelud juga sebagai tempat menampung dan menyerap hasil produksi dan membantu sarana produksinya. "Karena selama ini kami mengalami kendala, mulai dari produksi hingga ke pemasaran. Selain itu dengan adanya wadah koperasi ini, kita bisa berinteraksi dengan program pemerintah. Dikarenakan saat ini yang paling diperhatikan adalah koperasi," terang dia. Pihaknya berharap, koperasi ini bisa bermanfaat secara maksimal sesuai dengan tujuan didirikannya. Apalagi, LMDH juga memiliki potensi yang luar biasa, baik SDM maupun sumber daya alamnya. "Kebetulan Desa Satak ini lokasi wilayahnya meliputi perhutani dan perkebunan. Dengan dibentuknya koperasi ini kiranya bisa menjalin kerjasama lebih riil dan sah dengan pengelolaan kawasan perhutani dan perkebunan," harapnya. Di tempat sama, Yudi Novianto, staf Dinas Koperasi Usaha Mikro Kabupaten Kediri menyampaikan adanya koperasi ini bisa mensejahterakan anggotanya, yaitu para petani di lingkungan LMDH. "Dengan dibentuknya wadah berupa koperasi ini, paling tidak produk usaha dari tiap-tiap anggota bisa terakomodir," ujar Yudi. Selama ini, tambah Yudi, persoalan yang dihadapi anggota yaitu mereka bisa produksi, tapi mengalami kesulitan pemasaran. Pihaknya berharap, dengan dibentuknya koperasi ini akan banyak investor mendukung dan diperbolehkan menanam modal penyerta. "Pendirian koperasi ini disambut dengan baik, apabila anggotanya punya usaha, tapi tidak punya modal, anggota bisa pinjam ke koperasi. Dikarenakan, koperasi itu azaznya dari oleh dan untuk anggota," tambahnya. Sementara Mustofa, selaku Administratur (ADM) Perhutani Kediri mendukung pembentukan koperasi ini. "Karena sesuai amanah UUD 45, dan yang paling terpenting adalah untuk kemakmuran rakyat. Yakni bumi, air dan kekayaan didalamnya. Maka dari itu, dalam pengelolaan hutan kita butuh mitra. Dan mitra yang paling pas adalah koperasi. Kami berharap koperasi bisa bekerja sama dengan perhutani untuk pengembangan dan pengelolaan usaha," ungkap dia. (mis/mad/gus)
18 LMDH Bentuk Koptidiri Lereng Kelud
Sabtu 13-06-2020,18:02 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,04:08 WIB
Dosen Unair Soroti Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden, Ingatkan Ancaman Privasi Rakyat
Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat
Kamis 05-11-2026,07:06 WIB
Roadshow di Malang, Film Piye To Kih Bawa Pesan Berani Kejar Mimpi
Kamis 05-11-2026,05:09 WIB
Urus SKCK Kini Bisa lewat Super Apps Polri, Polda Jatim Tegaskan Tarif Rp 30 Ribu
Kamis 05-11-2026,03:07 WIB
Maintenance 13 SPAM, Tugu Tirta Malang Siapkan Mobil Tangki Air Gratis untuk Pelanggan
Terkini
Jumat 06-11-2026,01:00 WIB
Swiss-Belinn Malang Ajak Anak Tampil Kreatif Lewat Halloween Fashion Show 2026
Jumat 06-11-2026,00:53 WIB
Pemkot dan PD Pasar Surya Gelar Sosialisasi RPU Pasar Babaan, Pedagang Unggas Sampaikan Keluhan
Jumat 06-11-2026,00:00 WIB
Pengelola Pasar Buah Tanjungsari Surabaya Mengaku Diintimidasi saat Diminta Teken Surat Pernyataan
Kamis 05-11-2026,23:34 WIB
Musim Hujan Molor, Lamongan Siaga Satu Bencana Hidrometeorologi
Kamis 05-11-2026,23:01 WIB