“Sejauh ini masih jarang anggota dewan yang peduli terhadap perkembangan e-sport. Padahal, e-sport sudah resmi menjadi cabang olahraga (cabor) dan dipertandingkan di event-event olahraga tingkat dunia, mulai SEA Games, Asian Games, bahkan rencananya juga masuk Olimpiade 2027,” kata lulusan Universitas Airlangga ini.
Langkah Rizki Sadig dinilai menjadi motivasi, sekaligus peluang bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat dan minat mereka di dunia e-sport. “Digelarnya Turnamen E-Sport Mobile Legends Piala Rizki Sadig menjadi angin segar bagi para atlet e-sport, khususnya para pelajar di Kediri, Tulungagung, dan Blitar,” tuturnya.
BACA JUGA: Menaklukkan Land of Dawn: 5 Hero Support Terbaik di Season 32 Mobile Legends (Update 2024)
Sejumlah hadiah yang bisa diperoleh pemenang dalam ajang ini, Juara I Rp 15 juta, Juara II Rp10 juta, Juara III Rp5 juta, Juara IV Rp2,5 juta, Most MVP Rp 2,5 juta, Best Supporter I Rp7,5 juta, Best Supporter II Rp 5 juta, Best Supporter III Rp2,5 juta, dan 5 Best Costume @ Rp 500 ribu.
Dengan euforia ribuan suporter dan dukungan dari berbagai pihak, Turnamen Mobile Legends Piala Rizki Sadig 2025 tak hanya jadi ajang hiburan, tapi juga bukti bahwa dunia e-sport kini benar-benar punya masa depan cerah di kalangan pelajar Jawa Timur. (fir/fai)