Sidoarjo, memorandum.co.id - Pelaksanaan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di wilayah Sidoarjo diperpanjang hingga 8 Juni 2020 akan datang, dengan meningkatkan peran pihak yang ada di desa. Seperti di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, pada pelaksanaan PSBB tahap III kali ini permerintah desa setempat berharap masyarakat lebih peduli dan diharapkan masyarakat sudah sadar bahwa kedepan harus siap menghadapi new normal. "Kesadaran masyarakat harus sudah final, bahwa PSBB tahap III ini nanti akan menuju new normal, dan masyarakat harus siap, termasuk siap menjaga diri dan menjaga keluarga," ujar Istiqomah ST Penjabat Kepala Desa Tlasih, Kamis (4/6) di kantornya. Menurut Istiqomah, jika menghadapi new normal yang akan datang masyarakat sudah sadar untuk menjaga dirinya, tentunya masyarakat akan sadar pula untuk menjaga keluarganya. Jika masyarakat sudah sadar menjaga keluarganya maka dengan otomatis masyarakat akan sadar untuk menjaga lingkungan sekitarnya. Sehingga masyarakat bisa aman dari virus corona. "Yang penting itu kesadaran warga, kalau pemerintah hanya mendukung saja," ujarnya. Selain itu, Pj kades dari staf Kasi Pembangunan Fisik Pemerintah Kecamatan Tulangan itu juga menyebut, sebelum adanya kegiatan PSBB yang diresmikan oleh pemerintah, pihak Pemdes Tlasih sudah melakukan pembatasan sosial kepada warganya lebih awal. Lantaran ada salah satu warganya yang positif terkonfirmasi virus coronan. Sehingga pemerintah desa dan masyarakat, berswadaya dan bergotong royang untuk karantina wilayah secara mandiri dan memerikasa setiap orang yang keluar masuk desa dan melakukan swadaya dan donasi. "Sebenarnya sebelum ada PSBB tahap pertama, kami sudah melakukan kegiatan itu, cuma pada waktu itu belum tersetruktural. Lumbung pangan pun sudah ada pada waktu itu dengan swadaya, dan menggalang donasi untuk membatu kepada warga yang positif," tandasnya. Sementata itu, Sekretaris Desa Tlasih Adhi Erwanto menambahkan, pada pelaksanan PSBB tahap III kali ini pihaknya juga sudah melakukan upaya pencegahan dengan memperketat pos penjagaan check point yang ada di 6 titik. Dengan menempatkan petugas 2 orang waktunya dibagi 3 shif jam kerja, dengan total petugas sebanyak 36 orang. "Kalau untuk warga lokal sudah banyak yang mengerti dan berjalan dengan baik. Namun warga luar kadang masih belum mengerti, dan masih saja yang masuk ke desa tanpa memakai masker, dan akhirnya kami menyediakan masker untuk warga yang tidak memakai masker, sambil sosialisasi," ujarnya. Adhi juga mengungkapkan, bahwa warganya yang pernah dinyatakan positif terkonfirmasi corona akhirnya sudah sembuh. Dan 5 ODP juga sudah dinyatakan negatif tidak sampai terkonfirm positif corona setelah melakukan karantina mandiri di desa dan serta dilakukan tes 2 kali oleh pihak RSUD dan dinyatakan negatif.(bwo/jok/tyo)
Masyarakat Telasih Siap Hadapi New Normal
Kamis 04-06-2020,18:30 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 16-09-2026,20:47 WIB
Musisi Kafe Jadi Korban Begal di Surabaya, Tangan Nyaris Putus Dibacok Celurit
Rabu 16-09-2026,23:38 WIB
Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, Kick-Off 25 September
Kamis 17-09-2026,01:07 WIB
Enam Kali Reshuffle Kabinet, Pengamat Soroti Gap Target Prabowo dan Kinerja Menteri
Kamis 17-09-2026,05:05 WIB
MUI dan Polres Mojokerto Perkuat Sinergi, Sound Horeg Jadi Sorotan
Rabu 16-09-2026,20:34 WIB
Dugaan Suap Kopertais Jatim, Kejari Tanjung Perak Bidik Rektor Baru UINSA
Terkini
Kamis 17-09-2026,19:13 WIB
Eksepsi Empat WN Jepang Ditolak JPU, Soal Penyidikan Disebut Ranah Praperadilan
Kamis 17-09-2026,19:09 WIB
Lini Tengah Persebaya Kompetitif, Gledson Paixao: Jadi Energi Positif Kami
Kamis 17-09-2026,19:05 WIB
Percikan Las Diduga Picu Kebakaran Pabrik Sepatu di Dlanggu, 6 Mobil PMK Dikerahkan
Kamis 17-09-2026,18:59 WIB
Musisi Korban Begal Jalani Operasi, Polisi Buru Pelaku Berbekal CCTV
Kamis 17-09-2026,18:53 WIB