Sumenep, memorandum.co.id - Sejumlah pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Sumenep mulai tidak betah dengan sistem pembelajaran dari rumah di tengah pandemi covid-19. Mereka meminta pemerintah menormalkan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) ala pesantren. Permintaan pengasuh pondok pesantren tersebut disampaikan kepada ketua DPRD Sumenep Hamid Ali Munir. Sehingga legislatif langsung menindaklanjuti dengan merekomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Sumenep agar mengaktifkan pesantren dengan catatan harus tetap mentaati protokol kesehatan. "Setelah Idulfitri, saya banyak menerima permintaan dari beberapa pengasuh pondok pesantren di Sumenep agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali dilakukan. Permintaan ini harus disikapi dengan serius. Pemkab harus melakukan langkah konkret untuk menjamin para santri bisa kembali belajar," ujar dia. Selain harapan untuk membuka kembali pondok pesantren, Hamid juga meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) serta bantuan penunjang ketahanan ekonomi santri dan para pengajar dalam memasuki new normal. Sehingga aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren bisa berjalan lancar dan tetap aman dari potensi penularan virus corona. Menurut politisi PKB tersebut, bantuan kepada pesantren bisa berupa pemberian sarana prasana pesantren sesuai protokol kesehatan Covid-19 seperti bilik disinfektan, masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan obat-obatan. Bisa juga dilakukan rapid test bagi santri dan pengajar sebelum pembukaan pesantren. "Banyak sarana di pesantren yang kondisinya seadanya. Di sini pemkab bisa melakukan sosialisasi dan edukasi sehingga berbagai sarana pesantren mulai dari ruangan belajar, kamar mandi, tempat wudu, kamar santri, hingga masjid bisa memenuhi protokol kesehatan Covid-19," tandas legislator sejak 1999 tersebut. (aan/gus)
Pesantren di Sumenep Minta Kegiatan Belajar Mengajar Diaktifkan
Jumat 29-05-2020,05:24 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 30-03-2026,23:23 WIB
Khofifah Beberkan Capaian Jatim 2025: Ekonomi Tumbuh 5,33 Persen, Investasi Tertinggi 6 Tahun
Senin 30-03-2026,23:17 WIB
Gresik Gandeng Dunia Usaha Cegah Stunting, Enam Desa di Manyar Jadi Sasaran Program
Senin 30-03-2026,23:00 WIB
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Diagnosis Akhir Campak dengan Gangguan Jantung-Otak
Senin 30-03-2026,23:12 WIB
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis & Kesehatan
Selasa 31-03-2026,06:10 WIB
Perangi Peredaran Rokok Ilegal, DJBC Jatim I Andalkan Sinergi Informasi dan Edukasi Publik
Terkini
Selasa 31-03-2026,22:44 WIB
Lansia Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Dermaga Petrokimia Gresik
Selasa 31-03-2026,22:22 WIB
Pertamina Bantah Isu Kenaikan BBM 1 April, Harga Dipastikan Masih Stabil
Selasa 31-03-2026,20:59 WIB
Prabowo Tiba di Korea Selatan, Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
Selasa 31-03-2026,20:55 WIB
Kemiskinan Gresik Turun Tipis, 74 Persen Warga Miskin Belum Terima Bansos
Selasa 31-03-2026,20:52 WIB