Pemuda Tewas di Hotel Pucang Anom Akan Menggelar Pernikahan

Minggu 25-05-2025,16:42 WIB
Reporter : Faisal Danny
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Widyasworo Alfauzi ditemukan meregang nyawa di salah satu kamar hotel di Jalan Pucang Anom, Surabaya, Sabtu 24 Mei 2025, malam. Pria 37 tahun asal Jalan Tambak Wedi, Kenjeran itu ditemukan tak bernyawa oleh temannya, Hasan Tiro.

BACA JUGA:Seorang Pemuda Tewas di Kamar Hotel Pucang Anom, Tubuh Membiru 

Korban yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara itu, kesehariannya bekerja sebagai penjaga warkop. Kabarnya, korban bakal melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, September 2025.


Mini Kidi-- 

Rencana pernikahan itu dibenarkan oleh pacar korban, SA (22). Hanya, dia enggan menceritakan detail terkait rencana itu. Sebab, ia begitu terpukul mendapat kabar korban ditemukan meninggal dunia.

BACA JUGA:Pengusaha Tewas di Hotel Olympic 

Bahkan, sepanjang menanti jalannya olah TKP dan evakuasi jenazah yang dilakukan petugas kepolisian. SA tampak tak henti-hentinya menangis.

"Iya tahun ini kita mau menikah," ujar SA seraya menahan tangis.

BACA JUGA:Terungkap! Pembunuh Wanita di Hotel DoubleTree Merupakan Kekasihnya Sendiri

Sementara menurut ayah korban, Samiran, anaknya itu kemungkinan meninggal dunia karena sakit sesak dan batuk yang diderita sejak masih berusia anak-anak. Terlebih, ia tinggal sendiri di kamar hotel tersebut.

BACA JUGA:Bos Begal yang Ditembak Mati Booking Kamar Hotel Melati untuk Safe House 

Sehingga, saat sakit batuk dan sesaknya kambuh, tidak ada yang bisa memberikan pertolongan. "Sakit sejak kecil. Diajak berobat enggak mau. Indikasi batuk asma, kalau saya kasih obat di apotek lumayan wes enggak batuk," tandas dia.

Disinggung rencana pernikahan sang anak. Samiran tak menampiknya. Bahkan sang anak sudah berencana menikah September 2025 mendatang.

"Rencana menikah bulan 9 (September, red)" pungkas Samiran.

BACA JUGA:Tersangka Pembunuhan di Hotel Double Tree Sudah Habiskan Uang Puluhan Juta untuk Korban 

Sementara itu, Pawas Polsek Gubeng Polrestabes Surabaya Ipda Didik Suprianto mengatakan bahwa  kematian korban diperkirakan sejak 2-3 hari lalu. Kemudian, saat kali pertama ditemukan, kondisi kamar hotel tempat korban tinggal dalam keadaan terkunci.

Jenazah dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan visum.

BACA JUGA:Korban Pembunuhan di Hotel Double Tree Dikenal Tertutup, Sempat Sowan ke Saudara

"Untuk sementara masih dalam penyelidikan. Namun demikian menurut keterangan saudara korban, korban ini memiliki riwayat sesak," ucap dia.

BACA JUGA:Miris, Korban Pembunuhan di Hotel Double Tree Ternyata Mengandung Empat Bulan 

Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polrestabes Surabaya, tidak ditemukan bekas tanda mencurigakan pada tubuh korban yang mengindikasikan perbuatan tindak pidana

"Untuk sementara ini tidak ditemukan tanda tanda seperti luka. Untuk obat-obatan juga nihil. Untuk saat ini masih dalam penyelidikan," tutup dia. (fdn)

Kategori :