Sidoarjo, Memorandum.co.id - Tak pernah bosan hidup di balik jeruji besi. Itulah kata yang pantas untuk tersangka Didik, warga Desa Kambingan Timur, Grati, Pasuruan. Tahun lalu dia pernah dihukum terkait kasus Curat (pencurian dengan pemberatan) di wilayah hukum Polsek Sukodono, Sidoarjo. Sekarang dia kembali ditangkap oleh Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo terkait perkara jambret HP di Prambon Sidoarjo. Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, Ipda Novi Tri menceritakan awal mula kejadian. Saat itu, korban Siska Putri Pitaloka (17), warga Desa Jatikalang, Prambon sedang melintas di Desa Tuang Wonoplintahan, Saat di TKP, handphone kesayangannya dijambret seseorang yang tak dikenal. "Korban dipepet seseorang dengan mengendarai motor Vixion dan memakai helm merk INK," ceritanya, Selasa (5/4/20). Dengan adanya kejadian itu, korban langsung melaporkan ke Mapolsek Prambon. Mendapatkan laporan tersebut anggota Polsek Prambon langsung melakukan penyelidikan. "Kasus ini dibackup Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo," terangnya. Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman CCTV yang berada di sepanjang jalan tersebut. Motor pelaku dengan merek Yamaha Vixion berhasil diidentifikasi. "Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, identitas pelaku berhasil dikantongi petugas," jelasnya. Saat anggota Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan giat penggal jalan, petugas mendapatkan kabar jika pelaku melintas di daerah Mojokerto. Tak butuh waktu lama, tersangka Didik berhasil dibekuk di pinggir jalan Pasuruan- Mojokerto. "Pelaku ditangkap tanpa perlawanan," ucapnya. Setelah anggota Reskrim melakukan interogasi singkat, tersangka mengakui jika telah menjambret hp seorang gadis di jalan Desa Tuang Wonoplintahan Prambon. "Namun sayangnya, hp korban sudah dijual ke seseorang bernama Edi Nursalim di daerah Kejapanan, Gempol," paparnya. Tersangka digelandang menuju rumah Edi Nursalim, namun Edi tidak ada di rumah. Menurut keterangan keluarga Edi Nursalim masih kerja di salah satu perusahaan di daerah Gempol. "Anggota langsung menjemput Edi di perusahaan tempat ia kerja," terangnya. Lagi-lagi HP korban Siska sudah dijual ke orang lain oleh Edi Nursalim. Menurut Edi, HP itu ia jual ke Imron Rosadi, tetangga Edi sendiri. Imron pun langsung dijemput ke rumahnya. Ternyata hp sudah tak ditangan Imron. Dari Imron hp diberikan ke istrinya. "Dengan kejadian ini Tersangka akan dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara," pungkasnya.(wa/bwo/jok)
Jambret HP Prambon Keok Dicokok Polisi
Selasa 05-05-2020,15:37 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 08-09-2026,18:21 WIB
Kejati Jatim Pulihkan Aset Pemkot Surabaya Senilai Rp124 Miliar, Wali Kota: Harus Kembali untuk Rakyat
Selasa 08-09-2026,23:21 WIB
Tiba 17 September, TNI AL Langsung Kerahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tangani Karhutla
Selasa 08-09-2026,17:01 WIB
Selundupkan Sabu dalam Masakan ke Lapas, Pembesuk Napi Kasus Cukai Rokok Ilegal Ditangkap
Selasa 08-09-2026,17:38 WIB
Kodim Jember Gandeng Orado dan Percasi Meriahkan Panglima TNI Cup
Selasa 08-09-2026,18:00 WIB
Dijanjikan Gratis, Khitan Massal di Manukan Kulon Mendadak Ditagih Rp 300 Ribu Per Anak
Terkini
Rabu 09-09-2026,16:44 WIB
Jalan Krandekan Rusak, Bupati Trenggalek Pastikan Segera Diperbaiki
Rabu 09-09-2026,16:36 WIB
80 Koperasi Kelurahan Beroperasi Mandiri, Penempatan Manajer KKMP Surabaya Tak Jelas
Rabu 09-09-2026,16:26 WIB
Temukan Penyintas Stroke 5 Tahun di Dukuh Pakis, Komisi D DPRD Surabaya Desak Layanan Kesehatan Proaktif
Rabu 09-09-2026,15:24 WIB
Komisi XIII DPR RI Kunjungi Imigrasi Soekarno-Hatta, Dorong Penguatan Pencegahan TPPO
Rabu 09-09-2026,15:17 WIB