SURABAYA - Pemandangan kurang sedap serta terkesan kumuh terlihat di kali yang berada di Kampung Gunung Anyar Kidul, Kelurahan/Kecamatan Gunung Anyar. Pantauan Memorandum, Minggu (3/3), hanya ada tumpukan sampah bercampur eceng gondok yang terlihat di atas permukaan kali. Tidak nampak air yang telihat. Sampah rumah tangga seperti plastik, gabus, hingga tanaman eceng gondok terlihat di kali kumuh tersebut. Ali Mustofa (71) warga yang tinggal di Bantaran Kali mengatakan, kondisi tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. "Sudah tiga mingguan, padahal baru dua bulanan kemarin sudah sempat diangkuti eceng gondoknya terus gak sampai satu minggu sudah muncul sampah kiriman," kata Ali. Ia melanjutkan, sebenarnya sampah-sampah itu datang dari hulu sungai terbawa arus hujan. Semenjak ada pembersihan sampah bercampur eceng gondok, kali justru dipenuhi sampah lagi. "Kalau dibilang betah ya gak betah sama kondisi kayak gini, abis kita warga bisa apa kalau ketumpuan sampah banyak kayak gini," jelas dia. Warga berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah sampah yang ada di Kali kampung Gunung Anyar Kidul. Sebab, tumpukan sampah juga mulai menimbulkan bau tidak sedap serta warna air kali mulai menghitam. "Gatel kalo air kali ini mah, udah item, mudah-mudahan cepet dibersihin sih karena saya yang tinggal di samping kali gini kan kena dampaknya," jelas dia. (x/yok)
Kali Gunung Anyar Kidul Kumuh
Minggu 03-03-2019,15:48 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,18:40 WIB
Terbengkalai Tujuh Tahun, Aset Pemkot Surabaya di Jalan Jepara Disiapkan untuk Relokasi Pasar PPI
Jumat 06-11-2026,19:09 WIB
Komisi A DPRD Jatim Soroti Kekurangan 13 Jabatan OPD di Pemprov Jawa Timur
Jumat 06-11-2026,17:21 WIB
SPPG Sidokumpul Lamongan Berhenti Operasi, Siswa Empat Sekolah Tak Terima MBG
Jumat 06-11-2026,23:08 WIB
Golkar Buka Suara soal Isu Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Bahlil Terseret
Jumat 06-11-2026,18:24 WIB
Bahan Baku Obat Indonesia Masih 80 Persen Impor, Hilirisasi Herbal Lokal Dipercepat
Terkini
Sabtu 07-11-2026,14:37 WIB
Universitas Brawijaya Kukuhkan 4 Profesor Baru, Siap Ciptakan Inovasi Energi Hijau dan Pangan Adaptif
Sabtu 07-11-2026,14:14 WIB
Putra Daerah Bojonegoro Slamet Supriyadi Terima Sijil Penghargaan Internasional dari KOPDAB
Sabtu 07-11-2026,13:53 WIB
Cegah Narkoba Masuk Keluarga, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat, Jangan Ambil Hartanya
Sabtu 07-11-2026,13:39 WIB
Hadapi Musim Hujan, Kapolres Mojokerto Kerahkan Kekuatan Siaga Bencana
Sabtu 07-11-2026,13:13 WIB