Kediri, memorandum.co.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri dikejutkan adanya laporan dari 4 penggali makam di Dusun Kweden. Keempatnya melaporkan Suwarno (55), juru kunci makam agar diberi sanksi tegas karena telah mencabut dan menjual 36 pohon kamboja dengan harga Rp 40 ribu per batang. Juwariyah, Kepala Desa Karangrejo membenarkan adanya laporan itu. "Desa mendapat laporan dari empat orang terkait penebangan dan penjualan kayu di makam oleh pak Suwarno selaku juru kunci," kata Juwariyah, Selasa (7/4/2020). Kades Juwariyah menlanjutkan, usai menerima laporan itu, pihaknya lantas memanggil Suwarno untuk dimintai keterangan. "Setelah mendapat laporan, kami memanggil juru kunci Suwarno dan Kepala Dusun Kweden, serta Jogotirto untuk menjelaskan persoalan penebangan dan pencabutan pohon kamboja itu," jelasnya. Masih menurut Juwariyah, dari pengakuan Suwarno, uang hasil penjualan pohon kamboja itu untuk biaya membersihkan area makam. "Ditengarai pohon dijual atas pesanan orang Pagu. Yang kemungkinan akan dijual ke Bali," beber Kades Juwariyah. Pihaknya menambahkan, pasca dicabutnya puluhan pohon kamboja, sekarang area makam menjadi panas. Selain itu, hilangnya pohon-pohon itu juga membingungkan masyarakat yang ingin mencari makan leluhurnya. Kini pihak pemdes masih membahas masalah ini dengan lembaga desa lainnya. Sementara, Suwarno juga mengakui semua perbuatannya. Namun demikian, dia beralasan berani mencabut puluhan pohon itu karena sebelumnya sudah izin dari pihak desa. "Sebelum menebang saya sudah mendapat izin," ujar Warno polos. Warno menambahkan, hasil penjualan pohon kamboja itu digunakan untuk pemeliharaan makam. Termasuk dibelikan pompa air bagi kepentingan warga pada saat berziarah ke makam. (mis/mad)
Penggali Makam Karangrejo Laporkan Juru Kunci
Selasa 07-04-2020,16:10 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 18-06-2026,21:07 WIB
Kunjungi Redaksi Memorandum, Wamen HAM Mugiyanto Bocorkan Arah Baru RUU HAM
Jumat 19-06-2026,09:58 WIB
Heboh! Wartawan Spesial Diduga Bebas Keluar Masuk Area Terlarang PN Surabaya
Kamis 18-06-2026,19:23 WIB
Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Hari Pertama Surabaya Fashion Festival 2026
Jumat 19-06-2026,14:17 WIB
Sidang Ke-2 Kasus Maidi Madiun (1): CSR Urug PT Hemas untuk TPA Winongo Mengalir ke Rekanan
Kamis 18-06-2026,20:07 WIB
Kisah Cinta yang Tertinggal di Tanah Rantau (4): Titik Jenuh Hati yang Terluka
Terkini
Jumat 19-06-2026,18:50 WIB
Hadapi El Nino, PJT I Ajak Industri Jaga Kelestarian Air di Malang
Jumat 19-06-2026,18:37 WIB
Oknum Guru SD di Situbondo Diadukan ke Dispendikbud Terkait Dugaan VCS dan Pemerasan PMI
Jumat 19-06-2026,18:28 WIB
Temukan Pipa Misterius di Laut, Nelayan Banyuglugur Khawatir Rusak Ekosistem Perairan
Jumat 19-06-2026,18:20 WIB
Listrik Padam Massal di Jatim, Pemprov Jatim Pastikan Terus Berkoordinasi dengan PLN
Jumat 19-06-2026,18:13 WIB