Merintis dari Rumah, UMKM Bumbu Kemasan Asal Solo Ubah Kesulitan Menjadi Peluang Berkat BRI
Dewi Aminah menunjukkan produk bumbu dan tepung kemasan Iswara Food hasil binaan BRI.--
SOLO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dewi Aminah, pelaku UMKM asal Solo, merintis usaha bumbu kemasan Iswara Food dari rumah hingga berkembang berkat pendampingan BRI setelah melewati berbagai ujian hidup, Sabtu 10 Januari 2026.
Perjalanan membangun Iswara Food menjadi proses Dewi menemukan kembali perannya sebagai ibu, perempuan, dan pejuang keluarga setelah kehilangan usaha batik yang dikelolanya di Pasar Klewer akibat kebakaran besar.

Mini Kidi--
“Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal mula pernikahan sampai umur anak saya ketiga. Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang. Tapi kemudian semuanya habis terbakar saat kejadian kebakaran di Pasar Klewer,” kenang Dewi.
BACA JUGA:BRI dan Kemenpora Gelar Literasi Keuangan untuk Atlet Berprestasi SEA Games 2025
Cobaan kembali datang pada tahun 2000 ketika anak ketiganya lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif, yang mendorongnya mempelajari cara menyiapkan makanan sehat meski sebelumnya tidak terbiasa memasak.
“Awalnya saya nggak bisa masak, sampai akhirnya saya belajar dan bisa membuat bumbu-bumbu dalam kemasan ini. Tapi, saya bikin yang beda,” ujarnya.
Dari proses tersebut, Dewi mulai mengembangkan produk berbahan tepung mokaf yang diolah menjadi tepung ayam krispi, tepung tempe mendoan, serta berbagai bumbu kemasan lainnya.
Perkembangan Iswara Food semakin positif setelah Dewi mengikuti program pelatihan BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo yang membantunya meningkatkan kapasitas usaha, terutama dalam pemasaran dan pengembangan produk.
“Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI melalui program BRIncubator selama 10 hari yang membuat saya lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran lewat media sosial, membuka toko online dari HP, meningkatkan kualitas produksi dan kemasan, hingga pada 2024 mendapat kesempatan memperkenalkan produk lebih luas melalui BRI Expo,” lanjutnya.
Selain mengembangkan bisnis, Dewi juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan melatih ibu-ibu yang ingin memulai usaha rumahan bermodal kecil, termasuk ibu anak yatim dan istri warga binaan.
“Saya juga melatih ibu anak yatim dan para istri dari warga binaan agar bisa berbisnis dengan modal kecil. Mereka dibimbing membuat produk, didampingi setiap bulan, hingga melahirkan usaha baru. Dari rumah pun bisa, yang penting niat—Insya Allah akan ada jalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos kurasi untuk meningkatkan kesiapan bersaing.
Menurutnya, BRIncubator menjadi wujud komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan terarah dan pendampingan berkelanjutan.
“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar,” jelas Dhanny.
Sumber:

