BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Perkuat Modal dan Ekspansi Bisnis
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanudin (kanan).--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan penerbitan maksimal 6,8 miliar saham Seri B melalui skema rights issue setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), sebagai langkah memperkuat permodalan dan memperbesar kapasitas bisnis.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, aksi korporasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kekuatan modal perusahaan sekaligus memperluas porsi kepemilikan saham oleh masyarakat.
Menurutnya, tambahan modal akan memberikan ruang lebih besar bagi BSI untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas pembiayaan, serta menjaga ketahanan perusahaan menghadapi dinamika ekonomi.
"Permodalan yang kuat merupakan fondasi bagi BSI untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan. Melalui tambahan modal, kami ingin memastikan BSI memiliki capital buffer yang memadai untuk menjaga ketahanan usaha, memperluas kapasitas pembiayaan, serta mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan," ujar Anggoro, Minggu 8 November 2026.
Dia menjelaskan, penguatan permodalan tersebut juga menjadi bagian dari strategi BSI untuk masuk kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4.
BACA JUGA:BSI Scholarship Cetak Talenta Unggul, 500 Alumni dan Keluarga Keluar dari Kemiskinan
Apabila target tersebut tercapai, BSI berpeluang menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia yang berada dalam kelompok tersebut. Langkah ini sekaligus mencerminkan ambisi perusahaan memperbesar skala bisnis dan memperkuat posisi di industri perbankan nasional.
Selain memperkuat modal, BSI juga membidik peningkatan jumlah saham yang beredar di masyarakat atau free float. Saat ini, kepemilikan saham publik perusahaan tercatat sekitar 9,9 persen.
Anggoro menilai, peningkatan porsi saham publik dapat memperluas basis investor sekaligus meningkatkan daya tarik saham BSI di pasar modal.
"Kami melihat peningkatan free float sebagai momentum untuk memperluas basis investor BSI dan meningkatkan daya tarik saham Perseroan di pasar modal. Dengan kepemilikan saham publik yang lebih luas, semakin banyak investor domestik maupun global yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan BSI," tuturnya.
BACA JUGA:Perkuat Sinergi dan Kemaslahatan Umat, BSI Maslahat Silaturahmi ke Ponpes Miftachussunnah
Peningkatan free float juga diharapkan mendorong aktivitas perdagangan saham BSI menjadi lebih likuid. Selain itu, langkah tersebut membuka peluang lebih besar bagi perusahaan untuk masuk dalam indeks saham global.
Dari sisi kebutuhan permodalan, BSI memproyeksikan kebutuhan modal meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027.
Sumber:








