Yusril Persilakan Komnas HAM Usut Penembakan Warga dalam Bentrokan Pidie Aceh
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan pers terkait bentrokan aparat dan masyarakat di Pidie, Aceh.--Antara
BANDA ACEH, MEMORANDUM.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mempersilakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki kasus penembakan dalam bentrokan aparat TNI/Polri dengan masyarakat di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat 6 November 2026.
BACA JUGA:Pulihkan Trauma Pascabanjir, Layanan Psikososial Hadir untuk Masyarakat Pidie Jaya Aceh
Yusril menyampaikan, pemerintah mendukung langkah Komnas HAM untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan secara independen guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

Mini kidi--
"Pemerintah juga mempersilakan Komnas HAM turun ke Aceh melakukan pemantauan dan penyelidikan atas peristiwa ini," kata Yusril dalam konferensi pers di ruang VIP Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat.
BACA JUGA:Polres Probolinggo Sampaikan Bela Sungkawa ke Keluarga Korban Penembakan Papua
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul bentrokan antara aparat TNI/Polri dengan masyarakat di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Sebelumnya, penertiban bendera Bulan Bintang oleh personel TNI/Polri saat rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa tersebut memicu bentrokan dengan masyarakat setempat, Rabu 4 November 2026.
BACA JUGA:Pemprov Jatim Terus Kirim Relawan Kesehatan untuk Korban Bencana di Pidie Jaya
Peristiwa itu mengakibatkan 14 warga menjadi korban, dengan rincian 13 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada.
Selain warga, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Yusril menegaskan, investigasi terhadap peristiwa tersebut akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.
Menurutnya, meskipun insiden tersebut disebut sebagai kasus penembakan, penyebab dan kondisi luka yang dialami korban meninggal dunia masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
BACA JUGA:Satgas ODC Kantongi Ciri-Ciri 8 Pelaku Penembakan 3 ASN di Muliama
Sumber:








