iklan ulta memorandum

Komnas HAM Usut Kericuhan Pidie Aceh, Satu Warga Tewas Akibat Penembakan

Komnas HAM Usut Kericuhan Pidie Aceh, Satu Warga Tewas Akibat Penembakan

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.--Antara

JAKARTA, MEMORANDUM.CO.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menurunkan tim pemantau ke Kabupaten Pidie, Aceh, untuk mengusut kericuhan dalam kenduri Maulid Nabi yang menewaskan satu warga dan melukai belasan orang, Jumat 6 November 2026.

BACA JUGA:Komnas HAM Minta SPPG Lokasi Dugaan Keracunan MBG Dihentikan Sementara

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyatakan penyesalan atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.


Mini kidi--

"Komnas HAM sangat menyesalkan terjadinya tindak kekerasan yang terjadi di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh," kata Anis dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Peristiwa kericuhan dalam acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut terjadi pada 4 November 2026, sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun Komnas HAM, ketegangan bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di lokasi kenduri.

BACA JUGA:Pemprov Jatim Terus Kirim Relawan Kesehatan untuk Korban Bencana di Pidie Jaya

Situasi kemudian memanas saat personel TNI mendatangi lokasi untuk menurunkan bendera tersebut.

Namun, tindakan itu mendapat penolakan dari warga setempat hingga memicu ketegangan yang berujung kericuhan.

Insiden yang berlangsung hingga pukul 17.05 WIB tersebut dilaporkan diwarnai aksi pemukulan dan penembakan yang menyasar warga.

Akibat kejadian itu, satu warga meninggal dunia karena tertembak, sementara sejumlah warga dan personel TNI lainnya mengalami luka-luka.

BACA JUGA:Kakanwil BPN Jatim Terima Kunjungan Komnas HAM untuk Pra-Mediasi Masalah Pertanahan

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Komnas HAM menurunkan tim pemantau ke lapangan untuk mengumpulkan fakta, bahan, dan keterangan resmi guna merekonstruksi kronologi kejadian secara utuh dan objektif.

Sumber:

Berita Terkait